Waktu berbuka puasa menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Selain menjadi waktu untuk menikmati hidangan, saat berbuka juga memiliki nilai ibadah yang tinggi.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa ketika berbuka puasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Berikut penjelasan lengkap mengenai bacaan doa berbuka puasa, dalilnya, serta keutamaan dan adab saat berbuka.
Bacaan Doa Berbuka Puasa
Dilansir dari laman mui.or.id, ada beberapa doa berbuka puasa yang dikenal dalam ajaran Islam.
Salah satu doa yang paling sering dibaca adalah:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)
Artinya:
“Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Selain doa berbuka puasa diatas, dibawah ini juga merupakan doa berbuka puasa yang banyak dibaca umat muslim di Indonesia.
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya:
“Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Kedua doa ini bisa dibaca saat berbuka puasa. Umat Islam dapat memilih salah satunya atau membaca keduanya sebagai bentuk doa dan rasa syukur.
Hadits tentang Doa Saat Berbuka
Anjuran membaca doa saat berbuka puasa memiliki dasar dalam hadits Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah dikenal selalu membaca doa ketika berbuka.
Salah satu hadits menyebutkan:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449).
Hadits ini menunjukkan bahwa saat berbuka merupakan kesempatan berharga untuk memanjatkan doa, tidak hanya doa berbuka puasa, tetapi juga doa-doa kebaikan lainnya.
Keutamaan dan Adab Saat Berbuka Puasa
Berbuka puasa memiliki sejumlah adab yang dianjurkan dalam Islam. Salah satunya adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak menunda berbuka sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah.
Selain itu, Rasulullah juga mencontohkan berbuka dengan makanan yang manis, seperti kurma. Jika tidak ada kurma, maka boleh berbuka dengan air. Hal ini menunjukkan kesederhanaan dalam berbuka puasa.
Membaca doa sebelum makan, bersyukur atas rezeki yang diberikan, dan tidak berlebihan saat menyantap hidangan juga menjadi bagian dari adab berbuka. Momen berbuka seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa syukur dan mempererat kebersamaan dengan keluarga.
Kesimpulan
Dengan memahami bacaan doa berbuka puasa, dalilnya, serta adab yang dianjurkan, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih sempurna.
Berbuka puasa bukan sekadar melepas dahaga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan rasa syukur.
Sumber referensi
https://mui.or.id/baca/mui/doa-berbuka-puasa-ramadhan-ini-5-opsi-yang-bisa-dibaca




