Menjelang bulan Ramadhan, banyak umat Islam mulai ingin mengetahui bacaan niat puasa yang benar. Niat menjadi bagian penting dalam ibadah puasa karena menjadi penentu sah atau tidaknya amalan seseorang.
Meski niat pada dasarnya berada di dalam hati, membaca lafaz niat dapat membantu menguatkan tekad saat menjalankan ibadah puasa. Berikut penjelasan lengkap mengenai bacaan niat sahur puasa Ramadhan, dalilnya, serta waktu dan tata cara berniat.
Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan
Dilansir dari laman mui.or.id, adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Ulama menjelaskan bahwa niat tidak harus diucapkan dengan suara keras.
Cukup menghadirkannya di dalam hati sudah dianggap sah.
Namun, melafalkan niat menjadi kebiasaan yang baik karena membantu seseorang lebih sadar dan siap menjalankan puasa.
Dalil dan Hadits tentang Pentingnya Niat
Pentingnya niat dalam setiap ibadah ditegaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal:
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat.
Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan niat sebelum memulai ibadah puasa.
Waktu dan Tata Cara Berniat Saat Sahur
Waktu niat puasa Ramadhan dimulai sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Banyak orang memilih berniat saat sahur karena momen tersebut menjadi waktu yang paling dekat dengan pelaksanaan puasa.
Saat bangun sahur dan berniat untuk berpuasa, hal itu sudah cukup menjadi tanda adanya niat di dalam hati. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa niat bisa dilakukan sekali untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan.
Namun, memperbarui niat setiap malam tetap dianjurkan agar ibadah terasa lebih sadar dan khusyuk. Tata cara berniat sebenarnya sederhana.
Seseorang cukup menghadirkan tekad di dalam hati untuk berpuasa esok hari karena Allah SWT. Jika ingin melafalkannya, bisa membaca doa niat seperti yang telah disebutkan.
Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesadaran bahwa puasa dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Kesimpulan
Memahami bacaan niat, dalilnya, serta waktu pelaksanaannya membantu umat Islam menjalankan puasa Ramadhan dengan lebih yakin.
Dengan niat yang kuat dan tulus, ibadah puasa tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Sumber
https://mui.or.id/public/baca/mui/niat-puasa-ramadhan-tata-cara-dan-bacaan-lengkap



