Bulan puasa ramadhan 2026 ini menurut Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara itu NU memperkirakan bulan puasa ramadhan 2025 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, hal ini juga sejalan dengan prediksi pemerintah.
Informasi mengenai kapan bulan ramadhan 2026 ini sangat penting dikarenakan berkaitan langsung dengan persiapan ibadah, agenda keluarga, kegiatan sekolah, hingga pengaturan pekerjaan.
Di Indonesia, penentuan awal puasa Ramadan umumnya merujuk pada keputusan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah yang memiliki metode perhitungan masing-masing.
Berikut penjelasan terkait perkiraan awal puasa ramadhan 2026 menurut Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Mengapa Penentuan Awal Puasa Ramadan Berbeda
Perbedaan penetapan awal Ramadan terjadi karena perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan masuknya bulan baru hijriah. Pemerintah dan Nahdlatul Ulama menggunakan pendekatan gabungan antara perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyat), sementara Muhammadiyah menetapkan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi murni.
Perbedaan pendekatan ini merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang sudah berlangsung lama. Dalam praktiknya, masyarakat Indonesia telah terbiasa menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan tetap menjalankan ibadah dengan penuh toleransi.
Perkiraan Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah
Penentuan kapan puasa ramadhan 2026 menurut pemerintah biasanya diawali dengan melakukan sidang isbat Kementerian Agama yang digelar pada akhir syaban.
Jika dilihat dari kalender hijriah yang dirilis oleh pemerintah maka awal puasa ramadhan 2026 akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Tetapi penetapan ini masih belum final karena pemerintah akan melaksanakan sidang isbat dulu.
Sidang ini biasanya dilakukan menjelang akhir bulan Syaban dengan mempertimbangkan hasil hisab astronomi dan pengamatan hilal di berbagai wilayah Indonesia. Keputusan sidang inilah yang nantinya menjadi pedoman resmi secara nasional.
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan Menurut Nahdlatul Ulama (NU)
NU menentukan awal bulan hijriyah melalui kalender falakiyah, jika merujuk dari kalender ini maka 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini sejalan dengan versi pemerintah.
Namun, NU tetap menjadikan rukyatul hilal sebagai penentu utama. Jika hilal terlihat sesuai kriteria yang ditetapkan, maka tanggal tersebut akan dikukuhkan sebagai awal Ramadan bagi warga NU.
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan Menurut Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan jadwal lebih awal melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam maklumat resminya, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki, yaitu perhitungan astronomi murni tanpa menunggu hasil rukyat, sehingga jadwal ibadah dapat disusun jauh hari sebelumnya.
Persiapan Menjelang Ramadan
Untuk mendukung puasa ramadhan agar tidak salah informasi ada beberapa hal yang harus dilakukan, karena puasa merupakan ibadah yang menguras fisik dan tenaga sehingga harus diawali dengan hal hal yang baik.
- Memantau informasi resmi dari lembaga keagamaan dan pemerintah
- Menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan dan tidur yang teratur
- Menyiapkan mental dan niat ibadah agar puasa lebih bermakna
- Menyusun agenda ibadah seperti tadarus dan salat sunnah
- Mengatur aktivitas harian supaya energi tetap stabil saat berpuasa
Penutup
Secara garis besar, awal puasa Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 menurut Muhammadiyah dan 19 Februari 2026 menurut pemerintah dan NU. Kepastian resmi versi pemerintah akan diumumkan setelah sidang isbat menjelang Ramadan.
Umat Islam diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi agar tidak keliru dalam memulai ibadah puasa. Dengan kepastian jadwal, persiapan Ramadan dapat dilakukan lebih terencana, tenang, dan penuh kesiapan, baik secara fisik maupun spiritual.
Sumber Referensi
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8341942/puasa-pertama-2026-tanggal-berapa-ini-perkiraan-waktunya




