Bantuan sosial (Bansos) merupakan bentuk perlindungan sosial yang disalurkan pemerintah dalam beragam jenis, mulai dari bantuan uang tunai, layanan kesehatan, dukungan pendidikan, hingga bantuan pangan.
Program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan atau berisiko, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli.
Secara umum, calon penerima bansos adalah warga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
DTSEN berfungsi sebagai rujukan utama pemerintah dalam menentukan sasaran penerima berbagai program bantuan sosial di seluruh wilayah Indonesia.
Memasuki tahun 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan pembaruan data DTSEN secara berkelanjutan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Pemutakhiran data dilakukan secara rutin dengan melibatkan pemerintah daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyusunan serta pembaruan DTSEN menjadi landasan penting dalam pendistribusian bantuan sosial.
Menurutnya, DTSEN digunakan sebagai basis utama penentuan sasaran program dan pemberian intervensi sosial secara terintegrasi, sesuai arahan Presiden kepada Kementerian Sosial.
Cara Mengetahui Status Penerima Bansos
Berikut dua cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengecek status penerima bantuan sosial:
-
Melalui Website Resmi Kemensos
- Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id
- Tentukan wilayah sesuai domisili: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta desa atau kelurahan
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang tersedia
- Klik tombol Cari Data
Apabila terdaftar, sistem akan menampilkan informasi nama penerima, jenis bantuan yang diterima, serta periode pencairan.
-
Menggunakan Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store
- Lakukan pendaftaran akun atau masuk jika sudah memiliki akun
- Pilih menu Cek Bansos
- Isi data kependudukan sesuai KTP
- Jawab pertanyaan verifikasi
- Klik Cari Data
Jika terdaftar sebagai penerima, aplikasi akan menampilkan data seperti nama lengkap, usia, jenis bantuan, status penyaluran, dan jadwal pencairan.
Besaran Bantuan PKH dan BPNT
Dari sejumlah program bansos yang disalurkan pemerintah, terdapat dua bantuan utama yang diberikan dalam bentuk dana tunai, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dilansir dari tribunnews, besaran bantuan PKH disesuaikan dengan kategori penerima sebagai berikut:
- Ibu hamil atau masa nifas: Rp750.000 per tahap atau Rp3.000.000 per tahun
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap atau Rp3.000.000 per tahun
- Siswa SD atau sederajat: Rp225.000 per tahap atau Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP atau sederajat: Rp375.000 per tahap atau Rp1.500.000 per tahun
- Siswa SMA atau sederajat: Rp500.000 per tahap atau Rp2.000.000 per tahun
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap atau Rp2.400.000 per tahun
- Lanjut usia: Rp600.000 per tahap atau Rp2.400.000 per tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000 per tahap atau Rp10.800.000 per tahun
Sementara itu, bantuan BPNT disalurkan sebesar Rp200.000 setiap bulan kepada penerima yang berhak.
Kesimpulan
Semoga bantuan sosial yang diberikan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Sumber Referensi
- https://aceh.tribunnews.com/news/1006395/nik-ktp-anda-masuk-penerima-bansos-2026-begini-2-cara-mudah-mengeceknya




