Penentuan awal puasa Ramadan 2026 kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Perbedaan metode penetapan 1 Ramadan antara pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN membuat kamu perlu memahami jadwal, dasar perhitungan, serta potensi perbedaan awal puasa agar tidak keliru mengikuti keputusan.
Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026
Awal puasa Ramadan ditetapkan untuk menentukan kapan umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa wajib. Meski tujuannya sama, metode penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia tidak selalu seragam.
Perbedaan biasanya muncul karena penggunaan metode hisab dan rukyat, serta perbedaan kriteria visibilitas hilal. Kondisi ini membuat awal puasa bisa jatuh pada tanggal yang berbeda, tergantung keputusan masing-masing lembaga atau organisasi Islam.
Dasar Syariat Puasa Ramadan
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan menjadi rukun Islam. Ibadah ini dijalankan selama satu bulan penuh sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Perintah puasa tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Karena itu, penentuan awal Ramadan menjadi sangat penting dan tidak bisa ditetapkan sembarangan.
Berikut ini beberapa versi penentuan awal bulan Ramadhan di Indonesia dilansir dari laman Detik.
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama memiliki kewenangan resmi menetapkan awal puasa Ramadan di Indonesia. Penetapan ini dilakukan melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak.
Jadwal Sidang Isbat dan Rukyat Hilal
Kementerian Agama menjadwalkan rukyat hilal dan sidang isbat pada 17 Februari 2026. Dalam sidang ini, pemerintah akan membahas data hisab serta hasil pengamatan hilal dari berbagai daerah di Indonesia.
Data Astronomi dan Kriteria MABIMS
Berdasarkan data BMKG, posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi syarat rukyat.
Pada 18 Februari 2026, posisi hilal sudah berada di atas horizon dengan ketinggian dan elongasi yang memenuhi kriteria MABIMS.
Kriteria MABIMS menyatakan hilal dianggap terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Data ini menjadi dasar kuat pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 H.
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi BRIN
BRIN memberikan pandangan ilmiah terkait potensi perbedaan awal puasa Ramadan 2026. Analisis ini penting untuk memahami alasan perbedaan penetapan tanggal.
Prediksi Awal Ramadan Menurut BRIN
BRIN memprediksi awal puasa Ramadan 2026 berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis hilal lokal yang belum memenuhi kriteria visibilitas pada 17 Februari 2026.
Perbedaan Hilal Lokal dan Hilal Global
Menurut BRIN, perbedaan bukan lagi semata soal terlihat atau tidaknya hilal, melainkan perbedaan konsep hilal lokal dan hilal global. Hilal lokal mensyaratkan visibilitas di wilayah Indonesia, sedangkan hilal global cukup terlihat di wilayah mana pun di dunia.
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam yang lebih awal menetapkan awal puasa Ramadan 2026. Keputusan ini bersifat resmi dan mengikat bagi warganya.
Penetapan Muhammadiyah menyatakan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menggunakan konsep hilal global.
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi NU
Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini belum menetapkan awal puasa Ramadan 2026 secara resmi. NU tetap berpegang pada metode rukyat sebagai dasar utama penentuan awal bulan hijriah.
Keputusan NU akan diumumkan setelah dilakukan pemantauan hilal pada akhir bulan Syaban. Hasil rukyat tersebut nantinya menjadi dasar penetapan resmi awal puasa bagi warga NU.
Dampak Perbedaan Awal Puasa bagi Masyarakat
Perbedaan awal puasa dapat berdampak pada pelaksanaan ibadah dan aktivitas sosial. Kamu mungkin menemukan perbedaan waktu mulai puasa di lingkungan sekitar.
Namun, perbedaan ini merupakan bagian dari khazanah fiqih Islam dan tetap harus disikapi dengan saling menghormati. Umat Islam tetap dianjurkan mengikuti keputusan organisasi atau otoritas yang diyakini.
Kesimpulan
Awal puasa Ramadan 2026 berpotensi berbeda antara pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN. Muhammadiyah menetapkan 18 Februari 2026, BRIN memprediksi 19 Februari 2026, sementara pemerintah dan NU masih menunggu hasil rukyat dan sidang isbat.
Dengan memahami dasar dan metode penetapan ini, kamu bisa lebih siap menyambut Ramadan dengan tenang dan penuh kesadaran.
sumber: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8342455/awal-puasa-2026-versi-nu-muhammadiyah-pemerintah-dan-brin




