Mengenal BRICS: Daftar Anggota, Tujuan, dan Keuntungan Indonesia Bergabung
Pernah mendengar istilah BRICS? Organisasi internasional ini semakin sering dibahas, terutama setelah Indonesia resmi bergabung pada tahun 2025. BRICS menjadi sorotan karena beranggotakan negara-negara dengan ekonomi besar di dunia yang ingin menciptakan keseimbangan baru dalam peta kekuatan global.
Selain itu, BRICS menawarkan peluang besar bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat posisi ekonomi dan politiknya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu BRICS, siapa saja anggotanya, tujuan utamanya, dan apa saja keuntungan yang bisa diraih Indonesia dari keanggotaan ini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Apa Itu BRICS?
BRICS adalah singkatan dari lima negara anggota utama, yaitu Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah kerja sama ekonomi, politik, dan sosial antarnegara berkembang yang memiliki pengaruh besar di dunia.
Awalnya, BRICS hanya terdiri dari empat negara (BRIC) hingga tahun 2010, ketika Afrika Selatan bergabung. Seiring waktu, BRICS terus berkembang dan menarik minat negara lain, termasuk Indonesia, untuk menjadi anggota atau mitra dialog.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Daftar Anggota BRICS Terbaru
Anggota Inti BRICS
-
Brazil
-
Rusia
-
India
-
China
-
Afrika Selatan
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Negara Anggota Baru dan Mitra BRICS
Sejak 2023, BRICS mulai membuka keanggotaan baru. Beberapa negara yang sudah bergabung atau menjadi mitra antara lain:
-
Iran
-
Mesir
-
Ethiopia
-
Uni Emirat Arab
-
Indonesia (resmi bergabung pada Januari 2025)
Dengan bertambahnya anggota, BRICS kini mewakili sekitar 42% populasi dunia dan hampir 27% PDB global.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Tujuan Utama BRICS
-
Meningkatkan Kerja Sama Ekonomi
BRICS bertujuan memperkuat kolaborasi ekonomi antarnegara anggota. Salah satunya dengan meningkatkan perdagangan, investasi, dan inovasi teknologi tanpa terlalu bergantung pada negara-negara Barat.
-
Menjadi Penyeimbang Kekuatan Global
Selain itu, BRICS ingin menjadi penyeimbang dominasi ekonomi dan politik Amerika Serikat serta Uni Eropa. Dengan kekuatan kolektif, BRICS mampu memperjuangkan kepentingan negara berkembang di forum internasional.
-
Mendorong Penggunaan Mata Uang Lokal
BRICS juga mendorong penggunaan mata uang nasional dalam transaksi internasional. Tujuannya untuk mengurangi dominasi dolar AS dan memperkuat stabilitas keuangan negara anggota.
-
Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Di sisi lain, BRICS fokus pada pembangunan berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di negara-negara anggotanya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Keuntungan Indonesia Bergabung dengan BRICS
-
Akses Pasar yang Lebih Luas
Dengan menjadi anggota BRICS, Indonesia mendapatkan akses ke pasar negara-negara besar seperti China, India, dan Rusia. Hal ini membuka peluang ekspor dan investasi yang lebih besar bagi produk-produk dalam negeri.
-
Diversifikasi Mitra Ekonomi
Selain itu, Indonesia tidak lagi terlalu bergantung pada negara-negara Barat. Diversifikasi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
-
Transfer Teknologi dan Inovasi
Indonesia berpeluang mendapatkan transfer teknologi, inovasi, dan pengetahuan dari negara-negara anggota BRICS yang sudah maju di bidang industri dan digitalisasi.
-
Penguatan Posisi Politik Global
Keanggotaan di BRICS memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi internasional. Indonesia bisa lebih aktif memperjuangkan isu-isu penting seperti perubahan iklim, perdagangan adil, dan pembangunan berkelanjutan.
-
Peluang Kerja Sama Keuangan
BRICS memiliki inisiatif seperti New Development Bank (NDB) yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk pembiayaan proyek-proyek strategis nasional.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});



