Kabar Baik! BLT Kesra Cair Lagi: Cek Namamu di Sini Lewat HP
Pemerintah resmi menyalurkan kembali Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 900.000 untuk masyarakat berpenghasilan rendah, bantuan ini diharapkan dapat meringankan ekonomi masyarakat.
Program ini menjadi kabar gembira di akhir tahun karena ditujukan untuk membantu kebutuhan pokok rumah tangga menjelang penutupan tahun 2025, yang biasanya akan meningkat.
Pencairan dilakukan melalui bank-bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri) dan PT Pos Indonesia, dengan mekanisme yang lebih mudah karena penerima dapat mengecek status pencairan langsung lewat HP.
Jadwal Pencairan BLT Kesra 2025
Pemerintah telah mulai menyalurkan BLT Kesra tahap akhir tahun sejak 6 November 2025. Penyaluran akan berlangsung secara bertahap hingga akhir Desember 2025.
Bantuan ini mencakup periode Oktober hingga Desember 2025, yang diberikan sekaligus sebesar Rp 900.000 per keluarga penerima manfaat (KPM), dan pengecekan harus dilakukan secara berkala pada rekening penerima.
Penerima diimbau untuk mengecek saldo KKS atau notifikasi dari bank penyalur secara berkala agar tidak tertinggal jadwal pencairan.
Cara Cek Nama Penerima BLT Kesra Lewat HP
Kabar baiknya, masyarakat kini bisa mengecek apakah mereka terdaftar sebagai penerima BLT Kesra tanpa perlu datang ke kantor desa atau kelurahan.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs resmi https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Ketik kode captcha yang muncul di layar, lalu klik Cari Data.
- Sistem akan menampilkan hasil pencarian apakah nama Anda termasuk penerima bantuan aktif, termasuk BLT Kesra.
Jika nama Anda terdaftar, periksa saldo KKS atau tunggu SMS pemberitahuan dari bank atau PT Pos Indonesia jika pencairan dilakukan secara tunai.
Syarat untuk Mendapatkan BLT Kesra
Tidak semua warga otomatis menerima bantuan ini, hanya yang memenuhi persyaratan saja yang dapat menerima bantuan.
Pemerintah menetapkan beberapa kriteria bagi calon penerima, yaitu:
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
- Masuk kategori Desil 1–4, yaitu kelompok masyarakat sangat miskin hingga hampir miskin.
- Tidak sedang menerima bantuan sosial lain seperti BSU atau BLT UMKM.
- Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang masih aktif.
- Data pribadi (NIK dan KK) harus sesuai dengan data Dukcapil.
Masyarakat yang belum masuk DTKS dapat mengajukan permohonan pembaruan data melalui aparat desa agar diverifikasi oleh petugas sosial daerah.
Verifikasi dan Validasi Data
Kementerian Sosial menegaskan bahwa proses verifikasi data dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran.
Data penerima diverifikasi melalui:
- Keaktifan NIK dan kesesuaian alamat domisili.
- Status penghasilan dan pekerjaan berdasarkan data DTKS.
- Survei lapangan oleh pendamping sosial dan aparat pemerintah daerah.
Jika ditemukan data ganda, tidak valid, atau penerima sudah tidak memenuhi syarat (misalnya telah memiliki penghasilan stabil), maka nama tersebut akan dicoret dari daftar penerima BLT Kesra selanjutnya.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tautan atau situs palsu yang mengatasnamakan bantuan sosial. Seluruh proses resmi hanya dilakukan melalui kanal Kemensos.
Kesimpulan
BLT Kesra kembali hadir sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dengan nilai bantuan Rp 900.000, program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat menjelang akhir tahun, dimana biasanya harga-harga yang ada di pasaran mengalami peningkatan signifikan.
Pemerintah berupaya menyalurkan bantuan secara transparan dan mudah diakses, salah satunya dengan membuka layanan pengecekan langsung lewat HP.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk aktif memeriksa status penerimaan, memastikan data pribadi sudah benar, dan menghindari situs atau tautan tidak resmi.
Bantuan ini bukan hanya sekadar uang tunai, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral agar masyarakat tetap kuat dan mandiri menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan menjelang tahun baru.




