Update Bansos KPM: Pencairan Tahap Akhir Segera Dilakukan, Cek Sekarang!
Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) semakin memperkuat mekanisme penyaluran bantuan sosial dengan berbasis data terkini.
Untuk periode triwulan II tahun 2025, misalnya, penyaluran bansos sudah dilakukan mealui PKH dan BPNT termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat dalam DTSEN sebagai acuan utama.
Dengan sistem yang lebih terstruktur, KPM diharapkan menerima bantuan dengan tepat sasaran dan cepat.
Artikel ini membahas jenis jenis bantuan yang disalurkan lewat KPM, bagaimana cara mendapatkan, serta langkah cek penerima dengan acuan DTSEN.
Apa Saja Bantuan yang Disalurkan Lewat KPM
Masyarakat banyak yang bertanya terkait bantuan yang akan disalurkan oleh pemerintah. Adapun Beberapa bantuan sosial yang disalurkan melalui KPM antara lain:
- PKH – program bantuan tunai untuk keluarga miskin/kering yang memenuhi syarat, ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
- BPNT – pemberian bantuan pangan non tunai berupa saldo kartu atau voucher yang bisa digunakan untuk membeli bahan pangan pokok.
- Penebalan atau tambahan bantuan bagi KPM di kategori paling rentan (desil 1 4) seperti tambahan dana tunai atau paket sembako. Contoh: pada pertengahan 2025 ada penebalan untuk sekitar 18,3 juta KPM dengan beras 20 kg + dan uang tunai.
- Bantuan langsung tunai sementara (BLTS) – untuk triwulan IV 2025 disalurkan kepada 35,04 juta KPM sebagai bagian perlindungan sosial.
Secara keseluruhan, jenis bantuan tersebut menunjukkan bahwa alokasi bansos kini tidak hanya satu jenis tetapi beberapa jalur yang semuanya ditujukan bagi KPM yang tercatat dalam sistem data sosial ekonomi nasional.
Bagaimana Cara Mendapatkannya
Untuk bisa mendapatkan bantuan melalui KPM, ada beberapa langkah yang harus dipenuhi oleh masyarakat, adapun persyaratan yang dibuat adalah sebagai berikut :
- Terdaftar sebagai keluarga yang layak menerima manfaat bantuan sosial melalui pemutakhiran data di DTSEN. Pemerintah menyatakan bahwa sistem penyaluran bansos sekarang mengacu pada DTSEN untuk memastikan tepat sasaran.
- Keluarga harus berada dalam kategori ekonomi yang ditetapkan (misalnya desil 1 4) dan belum menerima bantuan secara ganda. Data yang tidak valid atau KPM yang naik ke desil 6 mungkin akan dicoret. Contoh: 1,8 juta KPM dinyatakan tidak layak lagi berdasarkan pemutakhiran data.
- Melengkapi persyaratan administratif seperti kepemilikan rekening bank yang aktif (atau KKS), data kependudukan, serta tidak terindikasi menyalahgunakan bantuan.
- Setelah memenuhi syarat dan terdaftar, bansos akan disalurkan secara bertahap melalui bank Himbara atau PT Pos Indonesia (untuk wilayah tertentu) ke rekening KPM.
Dengan demikian, proses mendapatkan bansos bukan hanya menunggu pengumuman tetapi aktif memastikan bahwa data keluarga sudah tercatat dalam sistem DTSEN dan persyaratan lainnya sudah terpenuhi.
Cara Cek Penerima Menggunakan DTSEN
Kemensos telah menyediakan mekanisme pengecekan penerima bantuan sosial berbasis data DTSEN, sebagai berikut:
- Kunjungi situs resmi atau aplikasi yang ditunjuk oleh Kemensos untuk pengecekan bansos (misalnya melalui aplikasi Cek Bansos).
- Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) keluarga dan data lain yang diminta untuk mengecek status di dalam DTSEN.
- Sistem akan menampilkan apakah keluarga tersebut tercatat sebagai KPM layak atau tidak – jika tercatat, maka bisa memantau apakah bansos sudah disalurkan atau masih proses. Tas: hasil pemutakhiran dampaknya sudah terlihat karena penyaluran tahap II 2025 menggunakan DTSEN sebagai basis.
- Jika keluarga belum tercatat atau data masih belum valid, KPM bisa mengusulkan pembaruan data melalui fitur Usul dan Sanggah yang tersedia di aplikasi atau melalui pemerintah daerah setempat.
Dengan pengecekan rutin, keluarga penerima manfaat dapat memastikan tidak tertinggal bantuan dan segera mengambil langkah memperbaiki data bila diperlukan.
Kesimpulan
Penyelenggaraan bansos melalui KPM sekarang berjalan dengan basis data yang lebih akurat melalui DTSEN ini memperkuat efektivitas dan pemerataan bantuan.
Jenis bantuan seperti PKH, BPNT, penebalan, dan BLTS sudah disalurkan kepada jutaan keluarga. Namun, agar Anda benar benar menerima bantuan, pastikan keluarga sudah tercatat dalam DTSEN.
Perubahan data atau ketidaktepatan dapat menyebabkan bantuan tertunda atau hilang. Dengan langkah proaktif tersebut, hak Anda sebagai KPM bisa terlindungi dan manfaat bansos bisa Anda rasakan tepat waktu.




