Memasuki pertengahan bulan syaban ada satu malam yang ditunggu oleh umat muslim, malam tersebut dinamakan Nisfu Syaban. Nisfu Syaban merupakan momen yang paling penting dalam kalender islami.
Malam Nisfu Syaban jatuh pada malam ke-15 bulan Sya’ban, bulan ke-8 dalam kalender Hijriyah. Menurut umat Islam, malam ini dianggap sebagai malam istimewa di mana rahmat Allah swt dicurahkan, dosa-dosa diampuni, dan doa-doa dikabulkan.
Umat Islam dianjurkan untuk mengisi hari-hari di bulan Syaban, khususnya hari-hari putih (Ayyamul Bidh) dan pertengahan bulan, dengan ibadah puasa sunnah. Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan doa berbuka puasa serta adab-adabnya.
Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban
Ada beberapa pendapat terkait doa berbuka puasa Nisfu Syaban yang populer dan memiliki landasan dalil. Kedua versi di bawah ini dapat diamalkan saat berbuka puasa Nisfu Syaban.
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Riwayat Mu’adz bin Zuhrah
Doa ini adalah yang paling umum diajarkan dan dihafal oleh masyarakat Muslim di Indonesia.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَبِكَ آمَنْتُ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu wa bika amantu.
Artinya:
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, atas rezeki-Mu aku berbuka, dan kepada-Mu aku beriman.”
(Catatan: Sebagian riwayat menambahkan “birahmatika yaa arhamar rahimin” di akhir doa).
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban Riwayat Abu Dawud
Doa ini dinilai memiliki derajat hadis yang lebih kuat (sahih) dan disunnahkan untuk dibaca setelah membasahi kerongkongan (setelah minum atau makan takjil).
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin:
Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa dahaga, dan telah basah urat-urat, serta telah tetap pahala, insya Allah.”
Keutamaan Nisfu Syaban 2026
Melaksanakan puasa pada Nisfu Syaban (3 Februari 2026) memiliki makna spiritual sebagai persiapan menuju bulan suci Ramadhan. Selain puasa, malam Nisfu Syaban (Senin malam, 2 Februari 2026) dikenal sebagai malam pengampunan (Lailatul Maghfirah), di mana dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an (khususnya Surah Yasin), dan mendirikan shalat sunnah.
Dengan menjalankan puasa dan berbuka sesuai adab yang diajarkan para ulama, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan maksimal di bulan Syaban ini.




