Berapa Gaji Peserta Magang Nasional 2025? Ini Rumus Perhitungan Resminya
Program Magang Nasional 2025 memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata sekaligus menerima uang saku setiap bulan. Banyak peserta yang mempertanyakan berapa besar gaji magang yang diterima dan bagaimana perhitungan resminya. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pun telah menetapkan aturan teknis mengenai hal tersebut.
Rumus Perhitungan Uang Saku Magang Nasional 2025
Kemnaker menjelaskan bahwa uang saku peserta dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dalam satu bulan. Perhitungan ini dibuat agar peserta mengikuti program secara disiplin dan maksimal. Rumus perhitungan resmi adalah:
Uang saku = (Jumlah hari hadir ÷ jumlah hari magang dalam 1 bulan) × besaran uang saku yang ditetapkan perusahaan
Jika peserta hadir penuh selama satu bulan, uang saku diberikan secara utuh. Namun apabila terdapat absen, terutama tanpa keterangan, maka nominal yang diterima akan berkurang sesuai jumlah ketidakhadiran.
Beberapa ketentuan tambahan juga diberlakukan. Pajak atas uang saku mengikuti ketentuan perpajakan nasional. Peserta yang sakit mendapat toleransi tiga hari per bulan tanpa potongan. Jika izin sakit melebihi tiga hari, mulai hari keempat akan dihitung pemotongan per hari. Ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas langsung mengurangi uang saku bulan tersebut. Sementara itu, peserta yang mengundurkan diri sebelum periode magang berakhir tidak menerima uang saku pada bulan berjalan.
UMK Jadi Patokan Besaran Gaji Magang Nasional
Nilai uang saku yang diterima peserta berbeda-beda karena mengikuti Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi perusahaan penyelenggara. Aturan ini tertuang dalam Permenaker Nomor 8 Tahun 2025 tentang pedoman bantuan pemerintah untuk program pemagangan lulusan perguruan tinggi. Dengan demikian, peserta di wilayah dengan UMK tinggi akan mendapatkan uang saku lebih besar dibandingkan yang ditempatkan di daerah dengan UMK rendah.
Penyaluran uang saku dilakukan setiap bulan melalui transfer ke rekening peserta. Pemerintah bekerja sama dengan bank penyalur seperti BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan BSI. Sistem pemindahbukuan ini memastikan proses pencairan lebih mudah, cepat, dan aman.
Selain gaji atau uang saku, peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas tambahan. Peserta terdaftar dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Mereka juga mendapatkan mentor profesional selama pemagangan berlangsung untuk membantu dalam pengembangan keterampilan. Setelah menyelesaikan program, peserta akan diberikan sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman magang yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.
Dengan dukungan fasilitas, perlindungan, hingga pemberian uang saku berbasis UMK, Magang Nasional 2025 menjadi program yang memberikan nilai tambah besar bagi pencari pengalaman kerja.



