Bantuan Sosial Tetap Berlanjut di 2025, Ini Daftar Program dan Cara Mendapatkannya
Memasuki tahun 2025, pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kelanjutan berbagai program bantuan sosial (bansos). Langkah ini tidak hanya menjadi bukti hadirnya negara di tengah masyarakat, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan ekonomi global, pemulihan pascapandemi, serta gejolak harga kebutuhan pokok yang masih terjadi di berbagai wilayah.
Berbagai kebijakan bansos yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat kurang mampu, terutama dalam menjaga daya beli dan meringankan beban hidup. Maka dari itu, keberlanjutan program ini menjadi harapan besar bagi jutaan keluarga di Indonesia. Adapun beberapa program bansos yang masih akan berlanjut di tahun 2025, antara lain:
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan program bantuan bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin yang memenuhi kriteria tertentu. Sasaran utama dari program ini adalah ibu hamil, balita, anak sekolah, penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia. Bantuan disalurkan dalam empat tahap setiap tahunnya dan nominal yang diterima berbeda-beda sesuai dengan komponen yang dimiliki dalam keluarga tersebut. Tujuannya adalah untuk mendorong akses pendidikan dan kesehatan bagi keluarga miskin serta mengurangi angka kemiskinan secara bertahap.
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako
BPNT atau yang dikenal juga dengan nama Kartu Sembako adalah program bantuan berupa saldo digital yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warung yang telah ditunjuk pemerintah. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan senilai Rp200.000 per bulan. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga miskin, sekaligus memberdayakan warung kecil dan pelaku UMKM lokal yang menjadi mitra distribusi.
3. Program Indonesia Pintar (PIP)
Melalui PIP, pemerintah memberikan bantuan tunai pendidikan kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Dana bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seperti pembelian perlengkapan sekolah, uang saku, hingga transportasi. Program ini juga menjadi upaya strategis untuk menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
4. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)
BLT Dana Desa merupakan bentuk bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa dan diberikan kepada masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi, terutama yang belum tercakup dalam program bansos lain. Besaran bantuan dan skema penyalurannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa masing-masing, tetapi tetap mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Desa dan Kemendagri. Program ini dinilai sangat efektif karena mampu menjangkau warga miskin di pelosok desa yang selama ini sulit terakses bansos pusat.
5. Subsidi Listrik dan Dukungan untuk UMKM
Untuk sektor energi, pemerintah tetap melanjutkan kebijakan subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan sebagian 900 VA yang masuk kategori tidak mampu. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat miskin dan menghindari lonjakan pengeluaran rumah tangga. Di samping itu, pelaku UMKM juga masih mendapat perhatian khusus melalui berbagai bentuk dukungan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, pelatihan kewirausahaan, dan akses permodalan untuk mendorong ekonomi kerakyatan agar lebih kuat dan mandiri.
Cara Mendapatkan Bansos 2025
Untuk mendapatkan bantuan ini, masyarakat harus memenuhi beberapa syarat utama:
- Terdaftar dalam DTKS Kemensos.
- Memiliki NIK dan KTP yang valid.
- Tidak sedang menerima bantuan sejenis dari program lain yang tumpang tindih.
Pengecekan status penerima bansos dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial atau langsung ke kantor kelurahan dan dinas sosial setempat.
Kesimpulan
Bansos 2025 merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. Masyarakat diimbau untuk proaktif memastikan data kependudukan dan DTKS mereka sudah sesuai agar tidak terlewat dari bantuan yang sangat dibutuhkan. Jangan lupa gunakan bantuan dengan bijak untuk keperluan pokok dan peningkatan kualitas hidup keluarga.
Jika kamu atau keluargamu berhak menerima bansos, segera lakukan pengecekan dan pastikan semua data sudah sesuai.



