PKH Tahap 4 November: Ini Daftar 7 Kategori Keluarga yang Berhak Dapat Bantuan
Memasuki tahap terakhir penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2025, yakni Tahap 4 (Oktober–Desember), Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) mengingatkan para keluarga penerima manfaat.
Untuk memastikan apakah mereka termasuk ke dalam kategori yang berhak menerima bantuan atau tidak. Dengan kondisi ekonomi yang masih menantang menjelang akhir tahun.
Bantuan ini menjadi salah satu tumpuan penting dalam menjaga stabilitas keluarga, untuk itu warga di himbau untuk melakukan pengecekan di websait atau aplikasi resmi pemerintah.
Kategori 1: Ibu Hamil
Kategori ini mencakup keluarga yang memiliki anggota ibu hamil atau ibu yang baru saja melahirkan (masa nifas), maka untuk itu perlu melakukan pengecekan apabila anda atau keluarga anda sedang hamil.
Mereka terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan telah masuk dalam basis data KPM PKH, apabila sebelumnya termasuk dalam penerima manfaat, maka harus untuk mengecek kembali bulan ini.
Bagi keluarga yang termasuk kategori ini, besaran bantuan untuk Tahap 4 adalah sekitar Rp750.000 per tahap.
Fokus utama kategori ini adalah agar ibu dan bayi mendapatkan dukungan gizi, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar selama periode kritis tersebut.
Kategori 2: Anak Usia Dini (0–6 Tahun)
Kategori kedua ditujukan untuk keluarga yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Tujuan utamanya adalah mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini agar tidak terhambat karena kondisi ekonomi keluarga.
Besaran bantuan sama dengan ibu hamil/nifas, yakni sekitar Rp750.000 per tahap. Keluarga yang terdaftar dalam kategori ini harus memastikan bahwa data anak berada dalam DTKS agar bisa menerima manfaat.
Kategori 3: Anak Sekolah Dasar (SD/Sederajat)
Kategori ini berlaku bagi keluarga yang mempunyai anak di jenjang Sekolah Dasar atau setara. Kemensos menetapkan bahwa bantuan untuk SD/sederajat adalah sebesar Rp225.000 per tahap.
Tujuannya adalah memberi dukungan tambahan agar anak-anak SD dapat tetap bersekolah tanpa terbebani oleh kondisi ekonomi keluarga.
Kategori 4: Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP/Sederajat)
Bagi keluarga yang memiliki anak di jenjang SMP atau sederajat, mereka masuk ke kategori ini. Nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp375.000 per tahap.
Kategori ini penting karena masa SMP sering menjadi masa rawan putus sekolah jika kondisi ekonomi keluarga tidak mendukung, maka untuk itu bagi keluarga yang sebelumnya mendapatkan, segera untuk cek kembali.
Kategori 5: Anak Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat)
Kategori yang dimaksud adalah keluarga dengan anak di jenjang SMA atau sederajat. Besaran bantuan yang berlaku adalah Rp500.000 per tahap.
Tujuan utama kategori ini adalah memberikan dukungan agar anak usia remaja tetap memperoleh pendidikan hingga akhir jenjang menengah.
Kategori 6: Lansia (Usia 60 Tahun ke Atas)
Kategori lansia mencakup keluarga yang memiliki anggota lansia berusia minimal 60 tahun atau sesuai ketentuan lokal. Untuk kategori ini, bantuan yang diterima mencapai Rp600.000 per tahap.
Fokus adanya adalah agar lansia dalam keluarga mampu terpenuhi kebutuhan kesehatannya dan tetap bisa hidup layak di usia senja.
Kategori 7: Penyandang Disabilitas Berat
Kategori terakhir, yaitu penyandang disabilitas berat, juga menjadi penerima manfaat PKH Tahap 4. Mereka berhak menerima sekitar Rp600.000 per tahap.
Dengan adanya kategori ini, pemerintah mengakui bahwa kelompok disabilitas berat memerlukan perhatian khusus agar tidak tertinggal dalam kesejahteraan sosial.
Kesimpulan
PKH Tahap 4 tahun 2025 hadir sebagai tahap terakhir bantuan bagi keluarga prasejahtera yang sudah terdaftar di DTSEN dan termasuk dalam salah satu dari tujuh kategori penerima.
Seperti ibu hamil/nifas, anak usia dini, siswa SD, SMP, SMA, lansia, dan penyandang disabilitas berat. Besaran bantuan berbeda sesuai kategori, namun semuanya harus dicek oleh KPM agar tidak tertinggal pencairannya.
Pastikan Anda dan keluarga Anda sudah termasuk dalam kategori yang tepat dan data Anda telah valid agar manfaat bantuan bisa diterima dengan baik.




