Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 1 Tahun 2026 mulai menunjukkan progres nyata di berbagai wilayah Tanah Air.
Perkembangan ini menjadi angin segar bagi keluarga penerima manfaat yang sejak awal tahun menantikan bantuan untuk mendukung kebutuhan harian.
Berdasarkan pemantauan terbaru hingga 8 Februari 2026, penyaluran bansos PKH dan BPNT telah berjalan secara bertahap melalui bank-bank penyalur, yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Meski belum serentak, proses distribusi terus meluas mengikuti kesiapan sistem dan validasi data penerima.
BNI dan BSI Mulai Salurkan Bantuan ke Rekening KPM
Untuk penyaluran melalui BNI, bantuan PKH dilaporkan telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak malam hari.
Sejumlah penerima mengonfirmasi saldo telah diterima dengan nominal yang berbeda, menyesuaikan komponen kepesertaan dalam keluarga masing-masing.
Sementara itu, bantuan BPNT melalui BNI masih berada dalam tahap lanjutan dan diperkirakan akan menyusul seiring berjalannya tahapan pencairan berikutnya.
Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia menunjukkan progres lebih cepat, terutama di wilayah Aceh. Di beberapa daerah, bantuan PKH dan BPNT dilaporkan sudah diterima, bahkan terdapat KPM yang memperoleh BPNT hingga Rp600.000.
BRI dan Mandiri Ikut Salurkan Secara Bertahap
Bank BRI dan Bank Mandiri juga tercatat mulai menyalurkan bantuan kepada KPM. Proses pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak antarwilayah.
Pemerintah menegaskan bahwa perbedaan waktu pencairan antarbank maupun daerah merupakan hal wajar dalam skema penyaluran nasional.
Nominal Bantuan Beragam Sesuai Komponen Keluarga
Dilansir dari RadarBogor besaran bantuan yang diterima KPM terpantau bervariasi. Beberapa penerima melaporkan saldo masuk sebesar Rp225.000, Rp450.000, hingga Rp600.000.
Bahkan, untuk keluarga dengan komponen pendidikan tertentu, seperti anak jenjang SMA dan SD, terdapat laporan bantuan mencapai Rp950.000.
Perbedaan nominal ini menyesuaikan jumlah dan jenis komponen yang terdaftar dalam kepesertaan PKH maupun BPNT.
Tambahan Bantuan Pangan Februari–Maret 2026
Selain bantuan tunai dan non-tunai, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan tambahan untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Program ini menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat, dengan jumlah penerima yang meningkat dibanding periode sebelumnya.
Bantuan pangan yang disiapkan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng Minyakita 2 liter per bulan. Jika disalurkan sekaligus untuk dua bulan, KPM berpotensi menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta menekan kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Mekanisme Penyaluran dan Imbauan bagi KPM
Penyaluran bantuan pangan tambahan direncanakan melalui PT Pos Indonesia atau langsung melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah daerah, baik di tingkat desa maupun kelurahan.
Di tengah proses pencairan yang masih berlangsung, KPM diimbau untuk rutin memantau status kepesertaan. Selama status di sistem SIKS-NG masih tercatat “SI” (Standing Instruction), bantuan pada dasarnya masih dalam proses penyaluran.
Namun, apabila muncul keterangan seperti “Gagal Cek Rekening” atau “Exclude”, hal tersebut menandakan adanya kendala administrasi yang perlu segera ditindaklanjuti melalui pendamping sosial atau pemerintah setempat.
Kesimpulan
Penyaluran bansos PKH dan BPNT Tahap 1 tahun 2026 masih berlangsung melalui bank Himbara.
Sumber Referensi
https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477169402/bansos-pkh-dan-bpnt-tahap-1-tahun-2026-terus-dicairkan-di-bank-bni-bri-mandiri-dan-bsi-lengkap-dengan-info-bantuan-beras-dan-minyak



