Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) reguler pada awal 2026. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), penyaluran tahap pertama yang mencakup periode Januari hingga Maret mulai bergulir sejak Februari. Bagi masyarakat, muncul atau hilangnya status sebagai penerima bansos menjadi penentu utama apakah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan cair atau tidak.
Bansos PKH dan BPNT Tahap Awal 2026 Mulai Disalurkan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan proses distribusi bansos tahap awal tahun anggaran 2026 saat ini sedang berjalan. Bantuan tersebut menyasar keluarga yang masih tercatat aktif dalam basis data Kemensos.
Namun, ia menegaskan bahwa status sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukan hak permanen. Artinya, nama penerima bisa tetap tercantum, tetapi juga bisa dicoret sewaktu-waktu sesuai hasil evaluasi pemerintah.
Seperti yang dikutip dari keteranganya via kompas.tv, “Sekarang sudah proses penyaluran. Nah, nanti pada bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar, karena dinamis dan terus diperbaharui,” ujar Saifullah, Rabu (28/1/2026).
Evaluasi Data Bansos Dilakukan April 2026
Pemerintah menjadwalkan evaluasi data besar-besaran pada April 2026. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terus berubah.
Penentuan apakah seseorang masih layak menerima bansos sangat bergantung pada kondisi ekonomi terkini. Jika sebuah keluarga dinilai mengalami peningkatan kesejahteraan atau “naik kelas”, maka posisinya dalam daftar penerima akan digantikan oleh warga lain yang lebih membutuhkan.
Selain faktor ekonomi, status kepesertaan juga bisa berubah akibat peristiwa kependudukan seperti kematian, pernikahan, hingga perpindahan domisili.
“Jadi kalau ada yang keluar, berarti ada yang masuk sesuai alokasi yang ada,” tambah saifullah.
Ia pun meminta masyarakat tidak kaget jika status penerima berubah antar tahap penyaluran. Fluktuasi ini dianggap wajar dalam sistem bantuan sosial.
“Bisa jadi di triwulan pertama dapat bansos, di triwulan kedua nggak dapat bansos, ketiga nggak dapat bansos, mungkin keempat dapat bansos lagi,” jelasnya.
Besaran Bantuan PKH dan BPNT yang Cair Februari 2026
Bagi masyarakat yang masih terdaftar aktif pada Februari ini, pencairan bansos dilakukan melalui dua jalur, yaitu Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Adapun besaran bantuan yang diterima adalah sebagai berikut:
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai):
Diberikan sebesar Rp200.000 per bulan. Karena pencairan dilakukan per triwulan, penerima akan memperoleh total Rp600.000 sekali cair.
PKH (Program Keluarga Harapan):
Nominal bervariasi, mulai dari Rp225.000 hingga Rp750.000 per tahap, tergantung komponen dalam Kartu Keluarga, seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia di atas 60 tahun, atau penyandang disabilitas.
Cara Cek Status Penerima Bansos Lewat HP
Untuk memastikan apakah nama Anda masih tercatat sebagai penerima bansos pada periode salur Februari 2026, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri menggunakan HP.
Berikut langkah-langkahnya:
- Akses laman resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili sesuai KTP (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan)
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul di layar
- Klik tombol “Cari Data”
Sistem akan menampilkan status kepesertaan PKH atau BPNT beserta progres penyaluran bantuan.
Kesimpulan:
Dengan mekanisme data yang terus diperbarui, masyarakat perlu rutin mengecek status bansosnya. Penyaluran tahap awal 2026 memang sudah berjalan, tetapi evaluasi pada April bisa mengubah daftar penerima kapan saja. Karena itu, memastikan data kependudukan tetap akurat dan memahami dinamika bansos menjadi kunci agar tidak kaget jika bantuan berhenti atau kembali cair di tahap berikutnya.
Sumber: https://www.kompas.tv/ekonomi/647300/ini-tanda-nama-anda-masuk-daftar-penerima-bansos-pkh-bpnt-2026-mensos-ingatkan-data-bisa-berubah




