Dipenghujung Januari 2026 ini, segera cek bansos PKH untuk jadwal pencairan yang akan dilakukan pada februari 2026 nanti. Selain PKH ada juga bansos BPNT.
Penyaluran bansos ini diharapkan dapat membantu keluarga kurang mampu agar mudah dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama kebutuhan pangan, kebutuhan pendidikan, dan mengakses kesehatan.
Proses pengecekan status penerima PKH dan BPNT pun kini semakin mudah, cukup melalui ponsel dengan aplikasi Cek Bansos atau melalui tautan cekbansos.kemensos.go.id
PKH dan BPNT 2026 Dijadwalkan Cair Februari
Penyaluran bantuan PKH dan BPNT untuk tahap 1 2026 dijadwalkan akan cair pada Februari 2026 ini. Penyaluran ini merupakan pencairan tahap pertama periode Januari-Maret.
Bansos yang akan disalurkan di antaranya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan sembako.
“Bansos reguler tahap pertama ini rencananya mulai disalurkan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dikutip Antaranews, Minggu (25/1/2026).
Apa itu PKH dan BPNT
Pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan kepada keluarga miskin dan rentan miskin atau disebut sebagai KPM atau Keluarga Penerima Manfaat. Program bantuan tersebut adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan sosial bersyarat yang dirancang pemerintah untuk membantu keluarga miskin dan rentan miskin dalam bentuk uang tunai dan memiliki nominal yang berbeda beda tergantung kategori.
Bantuan ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi, tetapi juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup agar mulai mengakses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Karena sifatnya yang terarah, tidak semua keluarga dapat menerima bantuan PKH.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan yang berbentuk pangan dan diberikan kepada KPM melalui mekanisme akun. Akun ini nantinya digunakan hanya untuk membeli pangan di pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA.
BPNT bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.
Siapa Penerima PKH dan BPNT Tahap 1 2026
Untuk dapat menerima bantuan PKH dan BPNT, penerima harus terdaftar dalam sistem DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. DTSEN adalah data yang menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan penerima bantuan.
DTSEN adalah adalah basis data nasional yang memuat kondisi sosial ekonomi individu dan keluarga. Sistem ini mengelompokkan masyarakat ke dalam beberapa desil kesejahteraan.
Oleh karenanya pemerintah menggunakan hasil pemetaan desil sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial, dan DTSEN menggantikan sistem data lama yang terpisah-pisah agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Untuk menerima bansos PKH dan BPNT ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Syarat Umum Penerima Bansos Tahap 1 2026
Pemerintah menetapkan syarat dan ketentuan penerima bantuan sosial tahap 1 2026 ini. Hal ini harus dipenuhi agar bisa mendapatkan bantuan sosial tahun 2026.
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki KTP atau dokumen kependudukan resmi
- Memiliki NIK valid dan terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
- Termasuk kategori keluarga miskin atau pra-sejahtera sesuai ketentuan Kemensos
- Tidak sedang menerima bantuan sejenis dari program pemerintah lain
- Data alamat dan identitas tercatat resmi di kelurahan atau desa setempat
Cara Cek Nama Penerima PKH dan BPNT
Rincian Nominal Bantuan PKH 2026
Dilansir dari kompas.tv, besaran dana bantuan PKH disesuaikan berdasarkan komponen beban yang dimiliki oleh keluarga penerima. PKH biasanya disalurkan per tiga bulan (triwulan).
Berikut rincian nominal yang diterima KPM untuk skema per 3 bulan:
Ibu hamil atau nifas: Rp750.000
Anak usia dini (0-6 tahun): Rp750.000
Lansia (60 tahun ke atas): Rp600.000
Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000
Berikut tabel nominal bantuan PKH 2026
| Kategori Penerima | Nominal per 3 Bulan | Penjelasan |
|---|---|---|
| Ibu hamil atau nifas | Rp750.000 | Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan gizi dan kesehatan ibu selama masa kehamilan/nifas. |
| Anak usia dini (0–6 tahun) | Rp750.000 | Ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk kebutuhan gizi dan pendidikan dasar. |
| Lansia (60 tahun ke atas) | Rp600.000 | Bantuan untuk menunjang kebutuhan hidup lansia yang tidak produktif. |
| Penyandang disabilitas berat | Rp600.000 | Diberikan untuk membantu biaya perawatan dan kebutuhan sehari-hari penyandang disabilitas berat. |
| Korban pelanggaran HAM berat | Rp2.700.000 | Bantuan khusus sebagai bentuk kompensasi dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM berat. |
Sementara itu, untuk komponen pendidikan anak, besaran bantuan dibagi berdasarkan jenjang sekolah:
Siswa SD sederajat: Rp225.000
Siswa SMP sederajat: Rp375.000
Siswa SMA sederajat: Rp500.000
Skema Penyaluran BPNT
Berbeda dengan PKH yang variatif, besaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditetapkan sebesar Rp200.000 per bulan bagi setiap KPM.
Jika diakumulasikan dalam skema penyaluran per tiga bulan, setiap keluarga penerima manfaat akan mengantongi total Rp600.000.
Cara Cek Bansos Tahap 1 2026 Melalui Online
Untuk memastikan apakah terdaftar sebagai penerima bantuan, KPM dapat melakukan pengecekan status bantuan dengan mengakses website cekbansos.kemensos.go.id dan juga aplikasi Cek Bansos.
Cek Bansos Melalui cekbansos.kemensos.go.id
Mengecek melalui cekbansos.kemensos.go.id cukup memasukkan data sesuai KTP, hal ini lebih mudah dan simpel dibandingankan melalui Aplikasi Cek Bansos.
Berikut panduan cek bansos melalui link kemensos
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai KTP
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul di layar
- Klik tombol Cari Data
Cek Bansos Melalui Aplikasi Cek Bansos
Metode pengecekan melalui Aplikasi Cek Bansos lebih sulit dibandingkan dengan mengecek melalui link cekbansos kemensos, karena harus mendaftar terlebih dahulu.
Berikut panduan cek bansos melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store di HP anda
- Buka aplikasi dan pilih menu “Cek Bansos”
- Setelah terinstal Isi data sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan nama lengkap)
- Masukkan kode captcha
- Klik “Cari Data”
Jika muncul informasi bantuan seperti PKH, BPNT, atau PBI-JKN beserta periode pencairan, maka NIK tersebut terdaftar sebagai penerima bansos tahap 1 tahun 2026.
Baca disini untuk mengetahui apa saja ciri keluarga penerima PKH dan BPNT
Kesimpulan
Bansos PKH dan BPNT rutin disalurkan untuk membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar, terutama pangan, pendidikan, dan kesehatan. Seiring berkembangnya layanan digital pemerintah, proses pengecekan status penerima PKH dan BPNT kini semakin mudah.
Masyarakat tidak perlu lagi mendatangi kantor desa atau dinas sosial. Cukup bermodal ponsel dan koneksi internet, status bansos dapat dicek langsung melalui website resmi Kementerian Sosial.
Kemudahan ini membuat masyarakat bisa memastikan apakah namanya terdaftar sebagai penerima bantuan pada periode akhir Januari 2026.
Sumber
https://www.kompas.tv/info-publik/646244/masuki-minggu-terakhir-januari-2026-simak-cara-cek-status-penerima-bansos-pkh-dan-bpnt-via-hp?page=all#goog_rewarded




