Bantuan Riset Indonesia Bangkit Segera Dibuka, Ini Syarat dan Fokus Penelitiannya
Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka peluang bagi dosen dan peneliti di seluruh Indonesia untuk mengikuti program Bantuan Riset Indonesia Bangkit 2025, hasil kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program prestisius ini dijadwalkan mulai menerima pendaftaran pada pertengahan Oktober 2025, tepatnya 13 Oktober 2025.
Program riset ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem penelitian di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Fakultas Agama Islam (FAI) di perguruan tinggi umum yang dibina oleh Kemenag. Melalui program ini, diharapkan muncul penelitian kolaboratif yang tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga memberi solusi nyata atas persoalan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
Tujuan dan Fokus Riset
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menjelaskan bahwa Bantuan Riset Indonesia Bangkit 2025 bertujuan memperkuat peran akademisi dan peneliti dalam membangun Indonesia melalui riset berbasis dampak. Program ini mengedepankan pendekatan lintas disiplin dan kolaborasi antarperguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Tahun ini, fokus penelitian dibagi dalam empat rumpun utama:
- Sosial dan Humaniora
- Ekonomi dan Lingkungan
- Kebijakan Agama dan Keagamaan
- Sains dan Teknologi
Untuk tiga bidang pertama, bantuan maksimal per proposal mencapai Rp500 juta, sementara untuk kategori Sains dan Teknologi, pendanaan dapat mencapai Rp2 miliar. Pendanaan ini berasal dari alokasi LPDP yang menyalurkan sekitar Rp50 miliar per tahun kepada Kemenag untuk mendukung riset strategis nasional.
Syarat dan Kriteria Peneliti
Kemenag menetapkan beberapa kriteria bagi dosen dan peneliti yang ingin mendaftar.
Berikut persyaratan umum yang perlu diperhatikan:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dan aktif mengajar di PTKIN atau FAI yang dibina Kemenag.
- Memiliki gelar Doktor (S3) dengan jabatan akademik minimal Lektor.
- Memiliki rekam jejak penelitian yang baik dengan Sinta Score Overall minimal 100.
- Mengusulkan riset yang relevan dengan fokus utama program dan berpotensi memberikan dampak sosial.
- Diutamakan bagi peneliti yang melakukan kolaborasi dengan universitas peringkat dunia (Top 500 QS Ranking), baik dari dalam maupun luar negeri.
- Setiap peneliti utama hanya dapat mengajukan satu proposal riset.
Selain itu, bagi dosen Ma’had Aly, syaratnya sedikit berbeda. Mereka diperbolehkan mendaftar apabila memiliki kualifikasi minimal Magister (S2), karya ilmiah sesuai bidangnya, serta memperoleh rekomendasi langsung dari pimpinan Ma’had Aly tempat mereka mengajar.
Harapan dan Dampak Program
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori, menegaskan bahwa riset yang dihasilkan melalui program ini diharapkan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, riset harus menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan bangsa, mulai dari penguatan moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pengembangan teknologi ramah lingkungan. “Kami ingin riset dari dosen PTKIN benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan hanya di jurnal, tapi juga di masyarakat,” ujarnya.
Melalui skema Indonesia Bangkit, Kemenag dan LPDP menargetkan lahirnya jejaring riset unggul, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta kolaborasi lintas lembaga yang memperkuat daya saing perguruan tinggi keagamaan Indonesia di level global.
Tips Agar Proposal Diterima
Bagi calon peserta yang ingin meningkatkan peluang lolos seleksi, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
- Pastikan proposal riset relevan dengan fokus tema program.
- Jelaskan tujuan dan manfaat riset secara konkret, baik akademik maupun sosial.
- Sertakan data pendukung, metodologi jelas, dan rencana publikasi hasil penelitian.
- Lengkapi seluruh dokumen administrasi sesuai format yang ditentukan.
- Usahakan menjalin kolaborasi lintas kampus atau lembaga untuk memperkuat nilai proposal.
Pendaftaran program Bantuan Riset Indonesia Bangkit 2025 akan dilakukan secara daring melalui sistem resmi Kemenag dan LPDP. Informasi lengkap mengenai jadwal, format proposal, serta panduan teknis dapat diakses di laman resmi litapdimas.kemenag.go.id
.Program ini diharapkan menjadi momentum bagi peneliti Indonesia untuk berkontribusi nyata melalui karya ilmiah yang berdampak luas dan memperkuat posisi riset nasional di kancah global.

Komentar