Program bantuan sosial (bansos) 2026 akan tetap berjalan, namun dengan sistem terbaru. Pemerintah menggunakan DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai syarat utama untuk penyaluran bansos. Sistem ini menggantikan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sebelumnya digunakan.
DTSEN menggabungkan data dari berbagai instansi seperti Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik, Dukcapil, Bappenas, hingga pemerintah daerah. Hasilnya, semua data masyarakat tersentralisasi sehingga lebih akurat dan transparan.
Sistem DTSEN dan Peringkat Kesejahteraan
Melalui DTSEN, masyarakat dikelompokkan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi ke dalam desil sebagai berikut:
- Desil 1: Sangat miskin
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Pas-pasan
- Desil 6–10: Menengah ke atas
Kelompok dengan desil rendah menjadi prioritas penerima bantuan sosial.
Kriteria Penerima Bansos Januari 2026
Dilansir jatim.tribunnews.com, Berdasarkan update terbaru, penerima bansos pada 2026 diprioritaskan untuk desil paling bawah. Pemerintah melakukan pemutakhiran data DTSEN secara rutin agar distribusi bansos tepat sasaran.
Berikut kriteria penerima berdasarkan jenis bantuan:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Desil 1–4
- Sembako / BPNT: Desil 1–5
- PBI-JKN (Asuransi Kesehatan): Desil 1–5 / asesmen
- ATENSI (Rehabilitasi Sosial): Desil 1–5 / asesmen
- Bansos Lain dari Kemensos: Desil 1–5 / asesmen
Kesimpulan: Masyarakat dengan desil 1–4 berpotensi menerima hampir semua jenis bantuan sosial.
Daftar Bansos yang Berlanjut di 2026
Meski beberapa program dihentikan, sebagian besar bansos utama tetap tersedia. Berikut daftar bansos 2026 yang diprediksi berlanjut:
- BPNT dan PKH – Bantuan pangan dan keluarga harapan tetap prioritas.
- Program PIP & PBI-JKN – Bantuan pendidikan anak dan akses kesehatan gratis.
- BLT Dana Desa – Rp300.000 per bulan untuk warga miskin ekstrem di desa.
- Bantuan Beras 10–20 kg – Disalurkan Januari–April 2026 untuk 18,27 juta keluarga.
- Bantuan Makanan Lansia & Disabilitas – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kualitas gizi yang lebih baik.
- ATENSI Yatim Piatu (YAPI) – Rp200.000 per bulan, biasanya dirapel Rp600.000 per tahap.
Bansos yang Dihentikan di 2026
Beberapa bantuan sosial tidak dilanjutkan, antara lain:
- Bantuan Penebalan untuk Bencana / Krisis – BLT bencana hanya diberikan jika terjadi kondisi darurat.
- Bansos Minyak Goreng 4 Liter – Dihentikan karena subsidi minyak goreng telah stabil.
- BLT Elpiji (3 Kg) – Tidak dilanjutkan jika harga energi terkendali.
Cara Cek Penerima Bansos 2026
Untuk memastikan status penerima, masyarakat bisa cek bansos 2026 secara online. Berikut langkah-langkahnya:
Cek BLT Kesra Lewat Website Kemensos
- Buka situ cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan
- Masukkan nama lengkap sesuai e-KTP
- Ketik kode captcha, lalu klik Cari Data
- Sistem menampilkan status penerima, identitas, dan jenis bantuan
Cek BLT Kesra Lewat Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store atau App Store
- Pilih menu Cek Bansos
- Masukkan lokasi dan nama lengkap sesuai KTP
- Jawab verifikasi, tekan Cari Data
- Aplikasi menampilkan apakah nama terdaftar sebagai penerima BLT Kesra
Kesimpulan
Dengan sistem DTSEN terbaru, penerima bansos 2026 lebih mudah dipantau dan tepat sasaran. Prioritas tetap pada masyarakat desil 1–4, dan sebagian besar program utama seperti PKH, BPNT, PIP, dan PBI-JKN tetap berlanjut. Cek status penerima dapat dilakukan secara online melalui website atau aplikasi resmi Kemensos.
Sumber:https://jatim.tribunnews.com/news/530537/kriteria-penerima-bansos-terbaru-sesuai-dtsen-dan-daftar-bantuan-yang-lanjut-2026?page=3




