Terdaftar atau Tidak? Begini Cara Cek NIK Penerima Bansos 2026. Penyaluran bantuan sosial (bansos) di tahun 2026 hadir dengan konsep yang lebih modern.
Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga meningkatkan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan bisa tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang benar-benar memerlukan.
Bagi pembaca yang ingin tahu, “Apakah nama saya masih ada dalam daftar? ” atau “Bagaimana cara memastikan NIK saya aman dalam sistem ini? “, artikel yang dilansir oleh detik.com ini akan menjelaskan dengan jelas dan mudah dimengerti.
Penentuan Penerima Bansos
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana perlindungan sosial sebesar Rp 508,2 triliun. Jumlah besar ini dikelola melalui sistem terpadu bernama DTSEN.
Jika sebelumnya data seringkali tumpang tindih, kini kondisi ekonomi dipetakan menggunakan skala desil seperti berikut.
- Desil 1 (Sangat Rentan) hingga Desil 3: Menjadi prioritas utama untuk mendapatkan bantuan rutin seperti PKH dan BPNT.
- Desil 4 dan seterusnya: Dianggap lebih memiliki ketahanan ekonomi sehingga bantuan yang diterima mungkin bersifat terbatas atau berorientasi pada pemberdayaan.
Alasan Perubahan Status Bansos
Status sebagai penerima bansos bukanlah sesuatu yang permanen. Pemerintah secara rutin melakukan evaluasi dan pembaruan data lewat DTSEN, sehingga status NIK seseorang bisa berubah, baik ditambahkan atau dihapus dari daftar penerima, mengikuti kondisi sosial ekonomi terkini yang terdaftar dalam sistem.
- Sistem mendeteksi jika ada peningkatan taraf hidup.
- Data di KTP tidak sesuai dengan basis data kependudukan terbaru.
- Adanya pembaruan data secara langsung dari pemerintah desa atau kelurahan.
Cara Cek Penerima Bansos
Untuk mengecek status sebagai penerima bansos, pemerintah menyediakan dua cara pengecekan mandiri yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja hanya dengan ponsel.
Melalui Browser (Tanpa Aplikasi)
- Kunjungi website cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih lokasi tempat tinggal (Provinsi, Kota/Kabupaten, hingga Desa).
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP tanpa ada kesalahan ketik.
- Input kode captcha yang muncul di layar.
- Klik “Cari Data”. Sistem akan menampilkan tabel status bantuan yang sedang atau akan diterima.
Melalui Aplikasi Resmi
Cek status penerima bansos juga dapat dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos dari Kementerian Sosial.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna melihat status bantuan untuk seluruh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) sekaligus.
Salah satu fiturnya adalah Usul-Sanggah, yang dapat digunakan untuk melaporkan penerima bansos yang dianggap tidak sesuai atau warga yang seharusnya berhak tetapi belum terdaftar.
Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna perlu mendaftar terlebih dahulu dan melakukan verifikasi identitas, termasuk mengunggah foto KTP.
Besaran Bansos 2026
Sebagai ilustrasi, pemerintah telah menetapkan besaran bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026 bagi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat sesuai data DTSEN.
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Rp 200.000 per bulan yang dicairkan secara rutin.
- Program Keluarga Harapan (PKH): Jumlah bantuannya bervariasi. Contohnya, Ibu Hamil dan Balita menerima dukungan Rp 3.000.000 per tahun, sedangkan Pelajar SMA mendapatkan Rp 2.000.000 per tahun. Kategori Lansia dan Penyandang Disabilitas dialokasikan Rp 2.400.000 per tahun.
Jika saat memeriksa NIK tidak ditemukan, meskipun Anda merasa sangat membutuhkannya, jangan putus asa.
Langkah terbaik adalah mendatangi petugas SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan.
Mereka memiliki kewenangan untuk memasukkan data ke dalam DTSEN melalui proses musyawarah desa.
Sumber : detik.com




