Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Januari 2026. Program ini ditujukan bagi keluarga kurang mampu dan rentan agar daya beli mereka tetap terjaga serta kesejahteraan meningkat.
Menurut laporan dari aproka.id, Besaran bantuan yang diterima setiap KPM berbeda-beda, disesuaikan dengan anggota keluarga, mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak sekolah, lansia, hingga penyandang disabilitas berat.
Mengenal Bansos PKH Dan Tujuannya
PKH adalah bantuan sosial bersyarat berupa uang tunai yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Program ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima.
- Mengurangi beban pengeluaran dan menambah pendapatan.
- Mendorong perilaku menuju kemandirian.
- Menekan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial.
- Memperluas akses layanan keuangan formal.
Penyaluran Bansos PKH 2026
Dilansir dari fahum.umsu.ac.id, pada 2026 pemerintah menargetkan sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan mengikuti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
Bantuan diberikan secara nontunai melalui bank penyalur atau PT Pos Indonesia. Proses validasi dilakukan secara berlapis, mulai dari pendataan di tingkat desa, verifikasi BPS, hingga pengecekan lapangan oleh pendamping PKH.
Jadwal Pencairan PKH Januari 2026
Biasanya, PKH dicairkan empat kali setahun, masing-masing untuk periode tiga bulan. Berikut jadwal tahapan pencairan sepanjang 2026:
- Tahap 1: Januari – Maret 2026.
- Tahap 2: April – Juni 2026.
- Tahap 3: Juli – September 2026.
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026.
Tanggal pasti pencairan bervariasi di tiap daerah, biasanya terjadi antara minggu pertama hingga keempat setiap tahap, tergantung kesiapan wilayah dan validasi data.
Cara Mengecek Status Penerima PKH
Penerima dapat memeriksa status PKH secara online tanpa perlu datang ke kantor.
Melalui Website Kemensos
- Buka website cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan).
- Masukkan nama lengkap sesuai e-KTP.
- Ketik kode captcha dan klik “Cari Data”
- Sistem menampilkan status penerima, jenis bantuan, dan periode pencairan
Melalui Aplikasi Cek Bansos:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store.
- Daftar akun dengan data kependudukan jika belum memiliki.
- Login, pilih menu “Cek Bansos”.
- Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi dan klik “Cari Data”.
Jika nama tidak muncul, pastikan ejaan dan wilayah sudah benar. Perbaikan data bisa dilakukan melalui aplikasi atau kantor desa/kelurahan.
Besaran Bansos PKH Januari 2026
Nominal PKH berbeda-beda tergantung komponen penerima dan dibayarkan per tahap. Berikut rinciannya:
- Ibu hamil: Rp3.000.000/tahun (Rp750.000/tahap).
- Anak usia dini: Rp3.000.000/tahun (Rp750.000/tahap).
- Siswa SD: Rp900.000/tahun (Rp225.000/tahap).
- Siswa SMP: Rp1.500.000/tahun (Rp375.000/tahap).
- Siswa SMA: Rp2.000.000/tahun (Rp500.000/tahap).
- Disabilitas berat: Rp2.400.000/tahun (Rp600.000/tahap).
- Lansia 60+: Rp2.400.000/tahun (Rp600.000/tahap).
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000/tahun (Rp2.700.000/tahap).
Mekanisme Penyaluran Bansos PKH
Proses pencairan PKH mengikuti prosedur resmi:
- Disalurkan secara bertahap dalam setahun.
- Berbentuk uang tunai atau nontunai.
- Melalui bank penyalur atau Kantor Pos.
- Dapat diambil menggunakan buku tabungan, Kartu Keluarga, atau undangan barcode Pos.
Pencairan Tahap 1 Januari 2026 sudah berlangsung hingga Maret. Karena tanggal pastinya tidak tetap, penerima disarankan untuk rutin memeriksa status melalui kanal resmi Kemensos.
Kesimpulan
Semoga informasi tentang pencairan Bansos PKH Januari 2026 ini bermanfaat bagi keluarga penerima.
Sumber: https://aproka.id/jadwal-bansos-pkh-januari-2026-cair-ini-tanggal-dan-nominalnya/




