Program Program Keluarga Harapan (PKH) tetap menjadi salah satu bantuan sosial utama yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) di tahun 2026.
Bantuan ini secara berkala diberikan kepada keluarga kurang mampu untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari, terutama terkait kesehatan dan pendidikan anggota keluarga. Di era yang semakin digital, cara mengecek status bantuan PKH kini dapat dilakukan lewat HP tanpa harus datang ke kantor atau antre panjang.
Anda cukup mengikuti langkah-langkah yang tersedia di aplikasi atau platform resmi untuk memastikan apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima bantuan atau belum.
Cara Download Aplikasi Cek Bansos
Langkah pertama untuk mengecek status PKH lewat HP adalah mengunduh aplikasi resmi dari pemerintah yang memudahkan akses informasi bantuan sosial.
Aplikasi ini bisa membantu Anda melihat data penerima, status pencairan, bahkan memulai proses verifikasi data jika diperlukan.
Berikut langkah-langkah download aplikasi Cek Bansos:
- Buka App Store (iOS) atau Google Play Store (Android) di ponsel Anda.
- Ketik “Cek Bansos” pada kolom pencarian.
- Pastikan aplikasi yang Anda pilih adalah yang resmi dari Kemensos atau pengembang yang sah.
- Tekan tombol Unduh / Install.
- Tunggu sampai proses instalasi selesai dan buka aplikasi tersebut.
- Setelah aplikasi terpasang, Anda siap melakukan pengecekan status PKH dengan data diri yang valid.
Cara Cek PKH melalui Aplikasi Cek Bansos
Setelah aplikasi berhasil diunduh dan terinstal, Anda bisa langsung memeriksa status bantuan PKH hanya dalam beberapa langkah sederhana. Aplikasi ini menyajikan data penerima bansos yang berasal dari basis data pemerintah, termasuk status pencairan jika sudah aktif. Berikut panduan cek PKH lewat aplikasi Cek Bansos:
- Buka aplikasi Cek Bansos di ponsel Anda.
- Login atau registrasi akun baru jika Anda belum memiliki akun sebelumnya.
- Masukkan data pribadi yang diminta, seperti NIK (Nomor Induk Kependudukan) sesuai KTP dan data alamat lengkap.
- Setelah berhasil masuk, pilih menu “Cek Bansos” atau “Status Penerima Bansos”.
- Isi data wilayah tempat tinggal mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
- Ketik nama lengkap sesuai KTP dan tekan tombol Cari Data.
Sistem akan menampilkan apakah Anda terdaftar sebagai penerima PKH, status pencairan bantuan, dan riwayat bantuan jika ada.
Sistem di aplikasi ini juga terkoneksi dengan data nasional seperti DTKS/DTSEN sehingga hasil yang ditampilkan valid dan bisa dipercaya.
Cara Verifikasi Data melalui Cek Bansos
Selain untuk mengecek status, aplikasi Cek Bansos juga menyediakan fitur untuk melakukan verifikasi atau pembaruan data jika Anda merasa data yang tersimpan belum benar atau belum lengkap. Verifikasi data ini penting agar status penerima bantuan bisa terupdate sesuai kebutuhan Anda.
Berikut langkah verifikasi data:
- Setelah login di aplikasi, masuk ke menu Profil atau Verifikasi Data.
- Pastikan data yang tercantum sesuai dengan dokumen kependudukan, terutama NIK, alamat, dan nama lengkap.
- Jika ada yang kurang tepat, gunakan fitur “Usul dan Sanggah” untuk melakukan pembaruan data.
- Unggah dokumen pendukung seperti foto KTP, KK, atau dokumen lain yang diminta aplikasi.
- Ikuti instruksi di layar sampai semua data tersubmit.
- Tunggu hingga data Anda diverifikasi oleh petugas terkait.
Proses verifikasi bisa memakan waktu beberapa hari tergantung pada jumlah permintaan dan pemeriksaan di tingkat desa/kelurahan. Anda bisa mengecek kembali statusnya secara berkala melalui aplikasi.
Syarat Penerima PKH
Agar bisa terdaftar sebagai penerima PKH, ada beberapa kriteria dan syarat dasar yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Dilansir dari laman detik, Pemerintah menggunakan sistem data terpadu untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Syarat penerima PKH meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki NIK serta Kartu Keluarga (KK) yang valid.
- Keluarga tergolong miskin atau rentan miskin berdasarkan penilaian data sosial ekonomi.
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau basis data lain yang terhubung ke pemerintah.
- Tidak berstatus sebagai penerima bantuan yang sama dari program lain yang saling mengecualikan.
- Data kependudukan dan sosial ekonomi keluarga tidak ada kesalahan penulisan sehingga bisa diproses oleh sistem.
- Memastikan syarat ini terpenuhi meningkatkan peluang keluarga Anda untuk tercatat sebagai penerima PKH.
Penyebab Bansos Belum Cair
Meski data Anda muncul dan sudah terdaftar, bukan berarti bansos akan langsung cair. Ada beberapa alasan umum kenapa bantuan PKH belum cair meskipun terlihat terdaftar di aplikasi, di antaranya:
- Jadwal pencairan belum tiba karena penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai periode yang ditentukan pemerintah.
- Data Anda masih dalam proses verifikasi oleh petugas lokal atau sistem DTKS, sehingga belum dapat status aktif cair.
- Data di sistem belum lengkap atau terdapat kesalahan input seperti nama atau alamat tidak sesuai dengan KTP.
- Perubahan data belum diperbarui di sistem meskipun sudah dilaporkan melalui fitur pemutakhiran.
Jika bantuan belum cair dan Anda merasa memenuhi syarat, cobalah memantau status secara berkala dan pastikan data sudah benar di aplikasi.
Kesimpulan
Mengecek status bansos PKH secara online lewat HP kini jauh lebih mudah dan cepat berkat layanan digital dari pemerintah. Anda bisa mulai dari download aplikasi Cek Bansos, melakukan cek status PKH, hingga verifikasi data jika diperlukan — semua bisa dilakukan sendiri tanpa harus datang ke kantor pemerintah.
Pastikan juga memenuhi semua syarat penerima PKH agar peluang Anda menerima bantuan semakin besar. Jika bantuan belum cair, jangan langsung putus asa; lakukan pengecekan berkala dan perbaiki data bila ada kesalahan. Dengan langkah yang tepat, Anda akan lebih mudah memahami hak bantuan sosial Anda di tahun 2026.
sumber : https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8293079/panduan-daftar-bansos-2026-online-offline-lengkap-syarat-dan-cek-penerima?utm_source=chatgpt.com




