Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf membuka kemungkinan program Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp900 ribu dapat dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
Program ini awalnya dibuat sebagai stimulus sementara untuk meningkatkan daya beli masyarakat di akhir 2025.
“Program BLTS bisa saja berlanjut, namun semuanya tergantung pada situasi, kondisi, dan kebijakan Bapak Presiden,” kata Mensos Saifullah, dikutip dari Kompastv, Jumat (16/1/2026).
Syarat Pencairan BLTS 2026
Pencairan BLTS Rp900 ribu pada 2026 akan bergantung pada dua hal utama:
- Ketersediaan anggaran dalam APBN 2026
- Arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto
Mensos menambahkan, terdapat sinyal positif dari peningkatan alokasi belanja bantuan sosial pemerintah tahun ini. Kenaikan anggaran ini dinilai memberi fleksibilitas apabila kondisi ekonomi membutuhkan intervensi tambahan.
Prioritas Bansos 2026
Meski kelanjutan bansos BLTS 2026 masih dibahas, Saifullah menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial reguler tidak akan tertunda. Kementerian Sosial saat ini memfokuskan pada:
- Program Keluarga Harapan (PKH): menargetkan 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
- Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT): menjangkau lebih dari 17 juta KPM
“Untuk kuota 2026, sementara ini prioritas tetap pada penyaluran bantuan sosial reguler PKH dan BPNT,” jelas Mensos.
Pentingnya Validitas Data Penerima
Mensos juga menekankan bahwa validitas data penerima manfaat menjadi syarat mutlak agar bantuan tepat sasaran. Akurasi data KPM menjadi kunci agar setiap rupiah yang dikeluarkan efektif dan sesuai tujuan.
Sebagai perbandingan, sebelumnya Kementerian Sosial telah menyalurkan lebih dari Rp110 triliun, yang mencakup:
- Bansos reguler
- Penebalan bantuan sosial pertengahan tahun
- BLTS Rp900 ribu pada akhir 2025, yang menyasar 33,2 juta KPM terverifikasi
Kesimpulan
Meski keputusan akhir terkait bansos BLTS Rp900 ribu 2026 belum ada, pemerintah tetap memprioritaskan bantuan sosial reguler seperti PKH dan BPNT.
Masyarakat disarankan terus mengikuti informasi resmi dari Kementerian Sosial untuk mendapatkan update terkait pencairan BLTS 2026.
Sumber: Kompas.tv




