Pemerintah memastikan bansos beras 10 kg 2026 tetap menjadi bagian dari program bantuan pangan bagi masyarakat tidak mampu. Bantuan ini bertujuan menjaga ketahanan pangan rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Pelaksanaan distribusi bansos beras 2026 ditugaskan kepada Perum Bulog sebagai lembaga yang menangani penyediaan dan penyaluran beras pemerintah.
Pemerintah Siapkan 720.000 Ton Bansos Beras 2026
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan penugasan resmi kepada Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan beras pada 2026.
Seperti dilansir dari detik.com, total alokasi bansos beras yang disiapkan pemerintah mencapai 720.000 ton. Jumlah ini lebih besar dibandingkan realisasi penyaluran akhir 2025 yang mencapai 365,5 ribu ton untuk periode Oktober dan November.
Bansos beras 10 kg ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu yang tercatat dalam data resmi pemerintah.
Kapan Bansos Beras 10 Kg 2026 Disalurkan?
Untuk tahun 2026, bansos beras tidak disalurkan sepanjang tahun, melainkan hanya dalam empat bulan tertentu. Hingga kini, pemerintah belum menetapkan tanggal resmi penyaluran bantuan tersebut.
Penentuan waktu pencairan akan menyesuaikan kondisi stok beras nasional, situasi pasar, serta kebijakan pangan pemerintah, sehingga masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi dari instansi terkait.
Cara Cek Penerima Bansos Beras 2026
Masyarakat dapat memastikan status penerima bansos beras 10 kg 2026 melalui kanal resmi Kementerian Sosial dengan langkah berikut:
Cek Melalui Website
- Akses cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah tempat tinggal (provinsi hingga desa/kelurahan)
- Masukkan nama lengkap sesuai e-KTP
- Isi kode captcha
- Klik Cari Data
Sistem menampilkan status penerima dan jenis bantuan
Cek Melalui Aplikasi
- Unduh aplikasi Cek Bansos
- Login atau registrasi akun
- Pilih menu Cek Bansos
- Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP
- Klik Cari Data dan tunggu hasil
Cara Pencairan Bansos Beras 10 Kg 2026
Bagi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima, pengambilan bansos beras 2026 dilakukan di titik distribusi yang ditunjuk Bulog dengan tahapan berikut:
- Menunggu pengumuman jadwal pencairan
- Membawa KTP asli dan fotokopi KK
- Datang ke lokasi sesuai jadwal
- Verifikasi data oleh petugas
- Menandatangani bukti penerimaan
- Memastikan beras diterima 10 kg dan dalam kondisi baik
Alternatif Program Beras Murah SPHP 2026
Selain bansos beras, pemerintah juga menjalankan program beras murah SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan total alokasi 1,5 juta ton sepanjang 2026.
Seperti dikutip dari detik.com, Ahmad Rizal menjelaskan bahwa penyaluran SPHP akan difokuskan ke daerah non-sentra produksi beras. Sementara di wilayah sentra produksi, volumenya akan dikurangi saat puncak musim panen.
“Di saat puncak musim panen, penyaluran SPHP di daerah sentra produksi dikurangi volumenya. Tapi tetap dilakukan supaya tidak tumpah banyak di pasaran,” jelas Ahmad Rizal.
Jadi, bansos beras 10 kg 2026 dipastikan tetap disalurkan, namun hanya dalam empat bulan dan jadwal resminya belum diumumkan. Pemerintah telah menyiapkan alokasi 720.000 ton beras, dan masyarakat disarankan rutin mengecek status penerima melalui kanal resmi. Bagi yang tidak terdaftar, program beras murah SPHP dapat menjadi alternatif memenuhi kebutuhan pangan.
Sumber : https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8301625/kapan-bansos-bansos-beras-10-kg-cair-cek-jadwal-dan-cara-pencairannya?page=2




