BLTS Rp900 Ribu Tahun 2026 Masih Ada? Ini Kata Mensos. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan kesempatan untuk melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang berjumlah Rp 900 ribu pada tahun anggaran 2026.
Pilihan untuk memperpanjang bantuan ini ada meskipun program tersebut pada awalnya dirancang hanya sebagai stimulus sementara untuk meningkatkan daya beli masyarakat di akhir tahun sebelumnya.
“Ini bisa saja (berlanjut), tergantung pada situasi dan kebijakan dari Bapak Presiden,” ujar Saifullah seperti yang dilaporkan oleh Antara, Jumat (9/1/2026) lalu.
Dilansir dari Kompas.tv, Saifullah menegaskan bahwa pencairan bantuan ini sepenuhnya ditentukan oleh dua faktor utama: ketersediaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyatakan bahwa tanda-tanda positif terlihat dari peningkatan alokasi anggaran untuk bantuan sosial pemerintah yang mengalami kenaikan tahun ini.
Kenaikan anggaran ini dianggap memberikan keleluasaan bagi pemerintah jika kondisi ekonomi memerlukan adanya intervensi tambahan.
Meskipun persetujuan untuk BLTS belum sepenuhnya diberikan, Saifullah memastikan bahwa pemerintah tetap melanjutkan penyaluran bantuan sosial reguler.
Ia menekankan bahwa fokus utama Kementerian Sosial saat ini tetap pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
“Untuk kuota tahun 2026, saat ini kami masih mengutamakan penyaluran bantuan sosial reguler PKH dan BPNT,” kata dia.
Dalam program reguler ini, Kementerian Sosial menargetkan untuk menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk PKH dan lebih dari 17 juta KPM untuk BPNT.
Saifullah juga menekankan pentingnya keakuratan data sebagai syarat penting untuk pencairan bantuan yang berkelanjutan.
Keakuratan data penerima manfaat (KPM) sangat penting agar pengeluaran anggaran negara benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya, Kementerian Sosial telah mengeluarkan dana lebih dari Rp 110 triliun.
Anggaran yang besar tersebut mencakup bantuan reguler, penambahan dukungan sosial di pertengahan tahun, serta pelaksanaan BLTS Rp 900 ribu pada triwulan terakhir 2025 yang dilaporkan telah menjangkau 33,2 juta KPM terverifikasi.
Fokus Pemerintah Masih pada Bansos Reguler
Meski BLTS 2026 belum dipastikan, pemerintah menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan program bantuan sosial utama, seperti:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
- PBI Jaminan Kesehatan
Mensos menyebutkan bahwa bansos reguler tersebut menjadi prioritas utama karena menyasar kelompok paling rentan secara berkelanjutan.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi Tidak Resmi
Kementerian Sosial juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang beredar di media sosial terkait pencairan BLTS 2026, terutama jika tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.
Informasi valid terkait bansos hanya diumumkan melalui:
- Situs resmi Kementerian Sosial
- Aplikasi dan laman cekbansos.kemensos.go.id
- Pernyataan resmi pemerintah
Hingga saat ini, BLTS Rp900 ribu untuk tahun 2026 belum dapat dipastikan keberlanjutannya.
Pemerintah masih melakukan kajian dan menyesuaikan kebijakan bantuan sosial dengan kondisi ekonomi serta anggaran negara.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan memastikan data kependudukan serta DTKS tetap valid agar tidak tertinggal jika program bantuan baru diumumkan.
Sumber : kompas.tv




