Pencarian informasi tentang cara update desil DTSEN meningkat menjelang pencairan bantuan sosial (bansos) Januari 2026. Pemerintah kembali menyalurkan berbagai program bansos bagi keluarga miskin dan rentan, sehingga akurasi data DTSEN menjadi faktor penentu agar bantuan tidak gagal cair.
Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapati status desil mereka di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berubah atau tidak mencerminkan kondisi ekonomi terkini. Padahal, desil DTSEN menjadi dasar utama penentuan penerima bansos. Jika desil tercatat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya, maka peluang menerima bansos Januari 2026 bisa hilang. Karena itu, update data DTSEN wajib dilakukan secepatnya.
Pengertian DTSEN dan Peran Desil dalam Penyaluran Bansos
DTSEN merupakan basis data nasional milik pemerintah yang mencatat tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Data ini dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan digunakan sebagai acuan berbagai program perlindungan sosial.
Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan desil, yaitu:
- Desil 1–2: Kategori sangat miskin, prioritas utama penerima bansos
- Desil 3–4: Kelompok hampir miskin dan rentan miskin
- Desil 5–10: Kelompok mampu, umumnya tidak menerima bansos rutin
Sistem desil ini bertujuan agar bansos tepat sasaran dan menghindari kesalahan penyaluran bantuan.
Alasan Desil DTSEN Bisa Berubah
Perubahan status desil dalam DTSEN dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
- Pembaruan data dari Regsosek dan P3KE
- Perubahan pendapatan atau kondisi ekonomi keluarga
- Hasil verifikasi lapangan petugas sosial
- Sinkronisasi data antar kementerian/lembaga
Jika kondisi ekonomi menurun namun desil belum disesuaikan, KPM harus segera melakukan pengajuan update desil DTSEN.
Cara Update Desil DTSEN agar Bansos Januari 2026 Tetap Cair
Kemensos menyediakan dua metode update DTSEN, yaitu secara online dan offline.
Update Desil DTSEN Online Lewat Aplikasi Cek Bansos
Cara ini praktis dan bisa dilakukan dari rumah. Langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store
- Login menggunakan NIK sesuai KTP
- Pilih menu Usul atau Sanggah Data
- Isi formulir sesuai kondisi ekonomi terbaru
- Kirim pengajuan pembaruan
Setelah itu, pendamping sosial akan melakukan verifikasi lapangan. Pastikan data diisi jujur dan lengkap agar pengajuan disetujui.
Update Desil DTSEN Offline Lewat Desa atau Kelurahan
Bagi warga yang tidak memiliki akses internet, pembaruan dapat dilakukan secara langsung:
- Laporkan perubahan kondisi ekonomi ke RT/RW
- Datang ke kantor desa/kelurahan dengan membawa:
- KTP dan Kartu Keluarga
- Surat keterangan tidak mampu (jika ada)
- Bukti penghasilan
- Foto kondisi rumah terbaru
Data akan diinput oleh operator desa ke SIKS-NG, diverifikasi melalui musyawarah desa, lalu diteruskan ke Kemensos.
Daftar Tingkatan Desil DTSEN
Berikut pembagian desil DTSEN berdasarkan data dinas sosial:
- Desil 1: Sangat miskin (prioritas PKH dan BPNT)
- Desil 2: Miskin (sasaran utama bansos reguler)
- Desil 3: Hampir miskin (20–30% terbawah ekonomi)
- Desil 4: Rentan miskin (batas penerima subsidi tertentu)
- Desil 5–10: Kategori mampu, tidak berhak bansos rutin
Dampak Jika Tidak Update Desil DTSEN
KPM yang tidak memperbarui data DTSEN berpotensi mengalami:
- Bansos tidak cair
- Dikeluarkan dari daftar penerima aktif
- Kehilangan akses bantuan sosial lanjutan
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek dan memperbarui desil DTSEN agar hak bansos tetap diterima tepat waktu.
Syarat Penerima Bantuan Sosial (Bansos) Terbaru 2026
Berikut syarat penerima Bansos 2026:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki NIK, KTP, dan KK aktif
- Terdaftar di DTSEN Kemensos
- Masuk desil 1–4 (keluarga miskin/rentan)
- Bukan ASN, TNI, atau Polri
- Kondisi ekonomi tidak mampu
- Lolos verifikasi dan validasi lapangan
Kesimpulan
Memahami cara update desil DTSEN sangat penting agar bansos Januari 2026 tidak hangus. Baik melalui aplikasi Cek Bansos maupun jalur desa, pembaruan data membantu pemerintah menyalurkan bantuan sosial sesuai kondisi ekonomi terbaru masyarakat.




