Bagi ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita, akses bantuan sosial (bansos) menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan kesehatan, gizi, dan kesejahteraan anak sejak dini.
Pemerintah melalui program bansos 2026 menyediakan dukungan khusus bagi ibu hamil dan balita, mulai dari bantuan pangan hingga tunai, untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda.
Namun, tidak semua ibu otomatis menerima bantuan ini. Ada syarat dan kriteria khusus yang harus dipenuhi agar pengajuan bansos diterima, mulai dari usia kehamilan hingga kondisi ekonomi keluarga.
Mengetahui cara daftar bansos dan persyaratan yang tepat menjadi langkah awal agar ibu dan anak dapat segera merasakan manfaatnya.
Artikel ini akan menjelaskan panduan lengkap pendaftaran, syarat, dan kriteria bansos ibu hamil dan balita 2026 secara jelas dan praktis.
Jenis Bansos Untuk Ibu Hamil Dan Balita
Beberapa jenis bansos yang bisa diterima antara lain:
- PKH (Program Keluarga Harapan): Bantuan tunai untuk ibu hamil, anak balita, dan keluarga kurang mampu.
- BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai): Bantuan pangan untuk membeli kebutuhan pokok melalui e-Warung resmi.
- Bansos Kesehatan Ibu dan Anak: Program khusus untuk memastikan akses ke layanan posyandu, imunisasi, dan vitamin tambahan.
Syarat Mengajukan Bansos Ibu Hamil Dan Balita
Agar bisa mendaftar, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dengan KTP dan Kartu Keluarga (KK) valid.
- Ibu sedang hamil atau memiliki balita usia 0–5 tahun.
- Terdaftar atau diusulkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh kelurahan/desa.
- Keluarga termasuk kategori kurang mampu atau tidak mampu secara ekonomi.
Kriteria Penerima Bansos Ibu Hamil Dan Balita
Penerima bansos ibu hamil dan balita ditentukan berdasarkan beberapa kriteria:
- Status ekonomi keluarga: Prioritas bagi keluarga yang masuk daftar DTKS.
- Jumlah anggota keluarga dan usia anak: Program PKH dan BPNT menyesuaikan jumlah bantuan dengan kondisi keluarga.
- Kesehatan ibu dan anak: Ibu hamil wajib mengikuti pemeriksaan kehamilan dan balita rutin ke posyandu agar bantuan terus diterima.
Cara Mendaftar Bansos Lewat HP Atau Kantor Desa
Proses pendaftaran bansos kini bisa dilakukan dengan mudah melalui beberapa langkah:
- Persiapkan dokumen penting: KTP, KK, surat keterangan kehamilan (untuk ibu hamil), atau akta kelahiran balita.
- Datang ke kantor kelurahan/desa: Ajukan pengajuan bansos dan minta dimasukkan ke DTKS. Petugas akan memverifikasi data.
- Cek status di DTKS: Pastikan data sudah tercatat dan valid.
- Mendapatkan KKS atau rekening bank: Setelah disetujui, ibu akan menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau rekening bank untuk pencairan bantuan.
- Pantau saldo secara rutin: Saldo bantuan dapat dicek melalui ATM, aplikasi bank, atau website resmi Kemensos.
Tips Agar Bantuan Lancar
- Pastikan data di KTP dan KK selalu terbaru.
- Ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan dan posyandu balita agar hak tetap terjaga.
- Simpan bukti pengajuan dan notifikasi pencairan bantuan untuk keperluan administrasi.
- Gunakan saluran resmi seperti website Kemensos atau aplikasi bank penyalur untuk memantau bantuan.
Kesimpulan
Bansos 2026 untuk ibu hamil dan balita membantu meringankan beban keluarga sekaligus mendukung kesehatan dan gizi anak. Dengan memahami syarat, kriteria, dan cara pendaftaran, ibu dapat mendaftar dengan mudah melalui kantor desa atau online, serta memantau saldo bantuan dari HP




