Pemerintah menegaskan bahwa program bansos berupa beras akan kembali disalurkan pada tahun 2026 sebagai upaya menjaga kemampuan belanja keluarga berpenghasilan rendah.
Walaupun banyak masyarakat berharap bantuan ini tersedia sepanjang tahun, pelaksanaannya pada 2026 hanya berlangsung dalam periode dan jumlah tertentu.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi masyarakat khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memahami besaran bantuan, waktu penyaluran, sistem distribusi, serta hak yang dimiliki agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Kebijakan Bansos Beras Tahun 2026
Bantuan beras tetap menjadi instrumen perlindungan sosial ketika harga pangan berisiko mengalami kenaikan. Program ini diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga serta melindungi kelompok rentan yang telah tercatat dalam basis data pemerintah. Dengan pengaturan yang lebih terencana, bantuan diharapkan tepat sasaran dan bermutu.
Jumlah Beras dan Keberlanjutan Program
Pada 2026, pemerintah menyiapkan stok sekitar 720.000 ton beras. Program ini melanjutkan skema bantuan akhir 2025 yang dinilai efektif membantu keluarga kurang mampu di berbagai wilayah. Beras dipilih karena merupakan kebutuhan pokok utama, dan lonjakan harganya sangat berpengaruh pada pengeluaran rumah tangga.
Penyalur dan Penjamin Kualitas
Perum Bulog kembali diberi mandat untuk menyalurkan bantuan. Tanggung jawab Bulog meliputi pengelolaan persediaan, distribusi hingga memastikan mutu dan takaran beras sesuai standar yang layak dikonsumsi.
Prosedur Pengambilan Bansos Beras Bagi KPM
Bantuan disalurkan di lokasi yang telah ditentukan agar tepat sasaran. KPM perlu mengikuti langkah berikut:
- Menunggu informasi resmi dari desa atau kelurahan.
- Membawa KTP, Kartu Keluarga, dan undangan.
- Datang sesuai waktu yang dijadwalkan.
- Menjalani verifikasi data penerima.
- Menandatangani bukti penerimaan.
- Memeriksa jumlah dan kualitas beras sebelum dibawa.
Besaran Hak KPM
Setiap keluarga penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama periode penyaluran. Dengan durasi empat bulan, total bantuan yang diterima mencapai 40 kilogram per keluarga.
Manfaatnya antara lain:
- Mengurangi beban pengeluaran untuk pangan.
- Menjamin ketersediaan beras saat harga naik.
- Menjaga konsumsi rumah tangga tetap stabil.
- Peran Strategis Bantuan Beras.
Selain membantu masyarakat, bansos beras juga berfungsi sebagai instrumen pengendali pasar. Pelepasan stok pemerintah ke masyarakat dapat membantu menjaga ketersediaan dan menahan kenaikan harga di tingkat konsumen.
Kesimpulan
Pastikan selalu mengikuti informasi resmi untuk menghindari kesalahan atau hoaks.




