Banyak Warga Mengaku Bansos Hilang Tanpa Pemberitahuan
Di banyak daerah, warga tiba-tiba mengeluh bantuan sosial (bansos) berhenti cair. Tak ada surat, tak ada pemberitahuan resmi, tahu-tahu nama sudah tidak terdaftar.
Salah satu penyebab yang sering tidak dipahami masyarakat adalah penilaian melalui desil dalam sistem DTSEN (basis data kesejahteraan yang digunakan untuk mengidentifikasi penerima bantuan).
Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana apa itu desil DTSEN, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang bisa dilakukan jika bansos tiba-tiba berhenti.
Apa Itu Desil dalam Sistem DTSEN?
Secara sederhana, desil adalah pembagian kelompok keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan dari yang paling miskin hingga yang relatif lebih mampu.
Biasanya dibagi menjadi:
- Desil 1–2 : paling miskin / sangat prioritas
- Desil 3–4 : miskin / masih prioritas
- Desil 5 ke atas : dianggap lebih mampu dibanding kelompok sebelumnya
DTSEN mengumpulkan berbagai data, antara lain:
- Kondisi rumah
- Kepemilikan aset (motor, mobil, elektronik tertentu)
- Penghasilan kepala keluarga
- Pekerjaan anggota keluarga
- Jumlah tanggungan
- Kepesertaan BPJS/KIS
- Dan data administrasi lainnya
Dari data tersebut, sistem memberi skor. Skor inilah yang menentukan desil keluarga. Semakin tinggi desilnya, semakin kecil peluang menerima bansos.
Mengapa Bansos Bisa Tiba-Tiba Hilang?
Ada beberapa alasan umum:
1. Pembaruan Data Membuat Desil Naik
Saat petugas melakukan verifikasi ulang (pendataan ulang), kondisi keluarga bisa dianggap membaik.
Contohnya:
- Ada anggota keluarga baru bekerja
- Rumah direnovasi
- Punya kendaraan baru
- Pendapatan dianggap stabil
Jika desil naik, nama bisa otomatis terhapus dari daftar bantuan.
2. Terjadi Penyesuaian Kuota Program
Setiap program bansos memiliki kuota terbatas. Kadang, prioritas dialihkan ke keluarga dengan kondisi lebih berat. Akibatnya, keluarga yang sebelumnya menerima bisa tergeser.
3. Data Tidak Sinkron
Kesalahan pencatatan sering terjadi:
- NIK ganda
- Alamat tidak sesuai
- Status kependudukan berubah
- Data belum diperbarui
Ketidaksinkronan ini bisa membuat sistem “mengeluarkan” penerima.
4. Program Bantuan Berubah
Tidak semua program bansos bersifat permanen.
Sebagian hanya berlaku beberapa periode, lalu berhenti atau diganti program lain.
Mengapa Banyak Warga Tidak Mendapat Pemberitahuan?
Idealnya, ada pemberitahuan. Namun di lapangan sering terjadi:
- Keterbatasan petugas
- Mekanisme komunikasi belum rapi
- Warga jarang mengecek ke kantor desa/kelurahan
- Informasi hanya diumumkan melalui rapat RT atau papan pengumuman
Akibatnya, warga mengetahui setelah dana tidak cair lagi.
Kesimpulan
Memahami cara kerja desil membantu warga mengetahui hak dan prosedur yang benar.




