Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode April hingga Juni 2026 mulai disalurkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Percepatan ini dilakukan setelah adanya surat resmi dari Kementerian Sosial yang mengatur distribusi bantuan agar lebih merata dan tepat sasaran. Program bansos ini menyasar jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosisal Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyaluran dilakukan melalui bank Himbara dan langsung masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima.
Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026 Mulai Tahap Awal
Berdasarkan surat resmi bernomor 1285/3/BS.01.00/5/2026 tertanggal 6 Mei 2026, proses pencairan bansos dilakukan secara bertahap di 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Pada tahap awal (Termin 1), bantuan PKH disalurkan kepada sekitar 7,3 juta KPM. Bantuan ini mencakup alokasi selama tiga bulan, yaitu April, Mei, dan Juni 2026. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar sesuai mekanisme yang berlaku.
Nominal Bansos PKH dan BPNT 2026
Besaran bantuan yang diterima setiap KPM berbeda-beda tergantung komponen keluarga yang terdaftar dalam DTSEN. Berikut perkiraan nominal yang diterima:
- PKH + BPNT (komponen lengkap): Rp3.000.000 – Rp3.200.000
- BPNT murni: Rp600.000 (untuk alokasi tiga bulan)
- PKH parsial: menyesuaikan kategori (ibu hamil, balita, pelajar, lansia, dll)
KPM dengan komponen lebih lengkap seperti ibu hamil, anak sekolah, balita, dan lansia biasanya menerima bantuan lebih besar dibandingkan penerima dengan komponen terbatas.
Bank Penyalur Bansos PKH dan BPNT
Penyaluran bansos dilakukan melalui bank Himbara, antara lain:
- Bank BSI: dominan di wilayah Aceh
- Bank Mandiri: Jawa Barat dan Jawa Timur
- Bank BRI: wilayah pelosok seperti Sulawesi Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah
- Bank BNI: wilayah perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan sekitarnya
Setiap bank memiliki cakupan wilayah masing-masing untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat.
KPM Baru dalam Penyaluran Bansos 2026
Selain penerima lama, terdapat sekitar 475 ribu lebih KPM baru yang masuk dalam sistem. Mereka menggantikan penerima yang sudah tidak memenuhi syarat, seperti meninggal dunia atau telah graduasi dari program bansos.
Langkah ini dilakukan agar bantuan tetap tersalurkan secara optimal dan sesuai dengan data terbaru.
Cara Cek Status dan Saldo Bansos PKH & BPNT
Masyarakat dapat mengecek status pencairan bansos dengan beberapa cara berikut:
- Melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing
- Menggunakan aplikasi resmi dari Kementerian Sosial
- Mengecek langsung saldo di KKS melalui ATM bank penyalur
Jika status sudah menunjukkan “SI” (Standing Instruction), artinya dana sudah siap dicairkan.
Batas Waktu Pencairan Bansos
Penerima bansos diimbau untuk segera mencairkan dana setelah masuk ke rekening KKS. Batas waktu pencairan maksimal adalah 30 hari sejak saldo diterima. Jika tidak segera digunakan, ada kemungkinan terjadi kendala pada pencairan tahap berikutnya.
Imbauan Penggunaan Dana Bansos
Pemerintah mengingatkan agar bantuan digunakan untuk kebutuhan penting, seperti:
- Pendidikan anak
- Kesehatan keluarga
- Pemenuhan gizi sehari-hari
Selain itu, penerima juga diminta menjaga keamanan KKS dengan tidak membagikan PIN kepada siapa pun.
Kesimpulan
Pencairan bansos PKH tahap 2 dan BPNT periode April–Juni 2026 telah dimulai secara bertahap di berbagai daerah. Dengan sistem distribusi melalui bank Himbara dan berbasis DTSEN, bantuan diharapkan tepat sasaran.
Sumber
https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2605080002/pencairan-bansos-pkh-bpnt-tahap-2-2026-sudah-berjalan-di-banyak-kota-dan-kabupaten-ini-daftar-wilayahnya?page=all

Komentar