Buka puasa bersama (bukber) merupakan tradisi yang sangat dinanti selama bulan Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi. Namun, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan bahwa momen ini bisa menjadi bumerang bagi kesehatan jika masyarakat tidak bijak dalam mengonsumsi makanan. Kebiasaan melakukan “balas dendam” dengan melahap banyak makanan sekaligus saat azan Magrib berkumandang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Bahaya Makan Berlebihan bagi Lambung
Menurut Menkes Budi, lambung yang dalam kondisi kosong setelah seharian berpuasa akan terbebani jika dipaksa mencerna makanan dalam jumlah besar secara mendadak. Kebiasaan makan berlebihan dalam waktu singkat ini sangat tidak sehat. Salah satu risiko yang paling nyata adalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit naiknya asam lambung. Penyakit ini kini sering dijuluki sebagai “penyakit Gen Z” karena tingginya prevalensi di kalangan anak muda akibat pola makan yang kurang tepat.
Kombinasi Menu dan Dampak Fisik
Selain masalah waktu makan, menu bukber yang umumnya didominasi oleh gorengan, minuman manis, dan makanan berlemak tinggi semakin memperburuk keadaan. Konsumsi berlebih atas jenis makanan tersebut membuat perut terasa begah dan tubuh menjadi lebih cepat lelah atau mengantuk. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengganggu kekhusyukan ibadah, seperti saat menunaikan salat Tarawih, karena tubuh sudah kehabisan energi untuk mencerna makanan berat.
Saran Pola Makan Sehat
Untuk mengatasi hal ini, Menkes Budi mengajak masyarakat kembali meluruskan niat puasa untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan. Beliau menyarankan agar berbuka dilakukan secara bertahap. Langkah sederhananya adalah dengan mengonsumsi air putih dan makanan ringan terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkan ke makanan utama setelah menunaikan salat Magrib. Dengan menjaga pola makan yang teratur dan tidak berlebihan, momen buka puasa bersama tetap bisa dinikmati dengan penuh sukacita tanpa harus mengorbankan kesehatan lambung.
Kesimpulan
Kebiasaan “balas dendam” dengan makan berlebihan dalam waktu singkat saat berbuka dapat memicu penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung, yang kini banyak dialami generasi muda. Mengonsumsi makanan berat secara sekaligus saat perut kosong setelah seharian berpuasa memaksa lambung bekerja terlalu keras secara mendadak. Pola makan yang salah (tinggi gula, karbohidrat, dan lemak) menyebabkan perut begah, tubuh cepat lelah, dan mengantuk, sehingga dapat mengganggu kekhusyukan ibadah seperti salat Tarawih.
Sumber
https://www.liputan6.com/islami/read/6293789/buka-puasa-bersama-memang-seru-tapi-hati-hati-penyakit-gen-z-ini-mengintai




