Syarat dan Cara Dapatkan THR Ojol Tahun 2025
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan kebijakan baru mengenai pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pengemudi ojek online (ojol) yang bekerja di bawah platform seperti Gojek dan Grab. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pengemudi yang selama ini berstatus sebagai mitra perusahaan aplikasi.
Aturan mengenai pemberian THR bagi pengemudi ojol tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04/III/2025 tentang Pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2025 bagi Pengemudi dan Kurir pada Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi. Surat edaran ini menetapkan bahwa seluruh pengemudi dan kurir online yang terdaftar resmi berhak mendapatkan Bonus Hari Raya (BHR), yang harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Besaran THR Ojol 2025
Besaran THR yang akan diterima oleh pengemudi ojol ditetapkan sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir. Sebagai contoh, jika total pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir adalah Rp 2,4 juta, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
-
Rata-rata pendapatan bulanan: Rp24.000.000 / 12 bulan = Rp2.000.000
-
Besaran THR: 20% x Rp2.000.000 = Rp400.000
-
Dengan demikian, pengemudi tersebut akan menerima THR sebesar Rp400.000.
Syarat dan Ketentuan Penerima THR Ojol
Untuk dapat menerima THR, pengemudi ojol harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan perusahaan aplikasi, antara lain:
-
Mitra Aktif: Pengemudi harus terdaftar dan aktif menerima serta menyelesaikan pesanan dalam kurun waktu tertentu.
-
Tingkat Penyelesaian Order yang Tinggi: Pengemudi diwajibkan untuk menjaga tingkat penyelesaian order yang tinggi tanpa melakukan pembatalan atau penolakan dalam jumlah berlebihan.
-
Penilaian Pengemudi yang Baik: Rating dan ulasan pengemudi menjadi faktor penting dalam penentuan kelayakan menerima THR. Pengemudi dengan rating tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan tunjangan dibandingkan mereka yang memiliki nilai ulasan rendah.
-
Kepatuhan terhadap Aturan: Pengemudi tidak boleh memiliki catatan pelanggaran serius terhadap kebijakan platform, seperti kecurangan atau pelanggaran kode etik.
Kebijakan Perusahaan Aplikasi Terkait THR Ojol
Meskipun pemerintah telah menetapkan pedoman umum mengenai pemberian THR, implementasi spesifiknya tetap bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan aplikasi. Perusahaan seperti Gojek dan Grab memiliki kriteria tambahan yang harus dipenuhi oleh mitra pengemudi untuk memenuhi syarat menerima THR. Oleh karena itu, jumlah THR yang diterima dapat bervariasi sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Dengan adanya regulasi ini, pemerintah berharap kesejahteraan para pengemudi ojol dapat meningkat, serta mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik tanpa harus khawatir tentang hak mereka. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan motivasi pengemudi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Bagi para pengemudi ojol, penting untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku serta memastikan kepatuhan terhadap standar kinerja yang ditetapkan oleh platform masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat memastikan hak mereka untuk menerima THR terpenuhi sesuai dengan regulasi yang ada.



