Kapan Malam Lailatul Qadar Ditetapkan? Berikut Penjelasannya!
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Malam ini diyakini lebih baik daripada seribu bulan, di mana segala amal ibadah yang dilakukan mendapatkan pahala berlipat ganda. Namun, waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa umat Islam dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.
Perkiraan Kapan Malam Lailatul Qadar Tahun 2025
Terdapat beberapa riwayat hadits yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam sebuah hadits, Aisyah RA meriwayatkan:
“Rasulullah ﷺ senantiasa beriktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan beliau bersabda, ‘Raihlah malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir.'” (HR. Tirmidzi no. 712)
Riwayat lain juga menyebutkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Dengan demikian, sepuluh malam terakhir Ramadan berlangsung dari 20 hingga 29 Maret 2025.
Menurut metode yang digunakan Imam Al-Ghazali, jika Ramadan dimulai pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada malam ke-23. Dengan demikian, Lailatul Qadar tahun 2025 diperkirakan terjadi pada:
-
Malam ke-21: Kamis malam, 20 Maret 2025
-
Malam ke-23: Sabtu malam, 22 Maret 2025
-
Malam ke-25: Minggu malam, 24 Maret 2025
-
Malam ke-27: Rabu malam, 26 Maret 2025
-
Malam ke-29: Jumat malam, 28 Maret 2025
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Meskipun tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, beberapa hadits menyebutkan tanda-tanda malam tersebut:
-
Udara dan suasana malam terasa tenang dan damai.
-
Langit tampak cerah, tetapi tidak terlalu panas atau dingin.
-
Pada pagi harinya, matahari terbit dengan sinar putih tanpa pancaran yang menyilaukan.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits:
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab)
Keutamaan Beribadah di 10 Malam Terakhir Ramadan
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, sebagaimana dalam hadits:
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR. Muslim)
Beberapa amalan yang dianjurkan di malam-malam tersebut meliputi:
-
Shalat malam (Qiyamul Lail) dan membaca Al-Qur’an.
-
Berzikir dan berdoa, terutama membaca doa: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka ampunilah aku).
-
Bersedekah dan memperbanyak amal kebaikan lainnya.
-
I’tikaf di masjid untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan lebih baik dari seribu bulan. Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, umat Islam dianjurkan untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil. Tahun 2025, malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada 22 Maret 2025, berdasarkan metode yang digunakan oleh Imam Al-Ghazali. Oleh karena itu, mari manfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan ibadah agar mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.



