Pemerintah mulai menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) baru melalui PT Pos Indonesia guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Penyaluran ini difokuskan pada daerah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Dilansir dari Radarbogor Terdapat 3 jenis bansos utama yang saat ini mulai dicairkan untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bansos Jaminan Hidup (Jadup)
Program bantuan pertama adalah Jaminan Hidup (Jadup) yang menjadi bantuan paling langsung dirasakan oleh masyarakat. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp150.000 per orang setiap bulan.
Bantuan ini diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan. Dengan demikian, total dana yang diterima keluarga dapat mencapai jutaan rupiah, tergantung jumlah anggota keluarga yang tercatat sebagai penerima.
Program Jadup bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan selama masa pemulihan pascabencana. Dana bantuan ini diharapkan digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makanan.
Penyaluran bansos tersebut dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan ditargetkan sudah diterima masyarakat sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.
Bantuan Isian Hunian (BIH)
Selain Jadup, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Isian Hunian (BIH). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan rumah tangga akibat bencana banjir.
Melalui bantuan ini, warga dapat kembali melengkapi kebutuhan rumah tangga yang rusak atau hilang selama bencana terjadi.
Setiap KPM yang memenuhi syarat akan menerima bantuan BIH sebesar Rp3 juta.
Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BBSE)
Program bantuan ketiga adalah Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BBSE). Bantuan ini difokuskan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana.
Dana bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha, misalnya untuk membeli kembali peralatan usaha yang rusak atau menyediakan bahan baku yang hilang.
Tujuan dari program ini adalah agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara mandiri.
“Jadi, BBSE diberikan sebagai modal stimulus agar ekonomi keluarga kembali bangkit,” ungkap kanal Info Bansos.
Setiap KPM akan menerima bantuan BBSE sebesar Rp5 juta.
KPM Berpeluang Terima Bantuan hingga Belasan Juta
Jika satu keluarga menerima bantuan Jadup sekaligus BIH dan BBSE, total bantuan yang diperoleh dapat mencapai belasan juta rupiah. Hal ini berlaku terutama bagi keluarga yang memiliki empat anggota atau lebih.
Selain itu, bantuan tersebut juga bisa digabungkan dengan program bantuan reguler pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
“Tergantung komponen yang dimiliki seperti adanya ibu hamil, anak sekolah atau lansia,” ujar kanal Info Bansos.
Penyaluran Difokuskan di Wilayah Sumatera
Proses penyaluran bansos ini telah mulai dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak Sabtu, 7 Maret 2026.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp878 miliar untuk memastikan bantuan tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang berhak sebelum Idul Fitri.
Pemilihan PT Pos Indonesia sebagai penyalur dilakukan karena dinilai mampu mempercepat distribusi bantuan, khususnya untuk skema bantuan tunai kepada masyarakat.
Kesimpulan
3 bansos baru mulai disalurkan di wilayah Sumatera untuk membantu KPM terdampak bencana, dengan total bantuan yang bisa mencapai belasan juta rupiah per keluarga.
Sumber Referensi
https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477284689/3-bansos-baru-mulai-disalurkan-di-wilayah-sumatera-kpm-punya-kesempatan-terima-bantuan-hingga-belasan-juta-rupiah




