Memasuki pertengahan bulan Ramadan 1447 H, fenomena belanja online diprediksi kembali mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Antusiasme masyarakat dalam memenuhi kebutuhan Lebaran melalui platform digital mulai dari pakaian muslim, sepatu, hingga perlengkapan rumah tangga dan hampers berdampak langsung pada volume pengiriman barang di sejumlah jasa ekspedisi.
Dampaknya, volume kiriman paket di sejumlah jasa ekspedisi diperkirakan meningkat signifikan dan berpotensi membludak menjelang hari raya.
Mengingat adanya kendala operasional dan volume yang memuncak di gudang sortir, perencanaan belanja lebih awal menjadi kunci agar seluruh kebutuhan Lebaran dapat tiba tepat waktu di rumah masing-masing.
Peningkatan Volume hingga 40 Persen
Sejumlah pelaku jasa pengiriman melaporkan adanya peningkatan volume kiriman paket yang cukup tajam selama periode Ramadan.
Berdasarkan data di lapangan, kenaikan ini diproyeksikan mencapai 20 hingga 40 persen dibandingkan hari-hari normal.
Faktor pendorong utama dari tren ini adalah kemudahan transaksi digital serta berbagai promo menarik yang ditawarkan oleh marketplace, yang membuat masyarakat lebih memilih berbelanja dari rumah ketimbang harus datang langsung ke pusat perbelanjaan.
Batas Aman Pengiriman agar Tiba Sebelum Lebaran
Menanggapi fenomena ini, pihak jasa ekspedisi memberikan imbauan krusial bagi konsumen.
Puncak lonjakan paket diperkirakan terjadi pada rentang H-10 hingga H-5 sebelum Lebaran.
Oleh karena itu, agar barang dapat diterima dengan aman sebelum hari raya, masyarakat disarankan untuk melakukan transaksi atau pengiriman paling lambat pada tanggal 14–16 Maret 2026 (sekitar H-7 hingga H-5 Idul Fitri).
Melewati periode tersebut, risiko keterlambatan pengiriman akan semakin besar karena membludaknya volume paket di gudang sortir.
Tantangan Logistik dan Distribusi
Selain tingginya volume permintaan, proses pengiriman juga dihadapkan pada tantangan distribusi logistik, seperti potensi adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang terkait arus mudik.
Hal ini berpotensi membuat durasi pengiriman menjadi lebih lama dibandingkan hari biasa. Meskipun demikian, sebagian besar perusahaan ekspedisi berkomitmen untuk tetap beroperasi selama masa Lebaran, meski dengan layanan yang terbatas di beberapa kantor cabang dan drop point.
Kesimpulan
Menjelang Idul Fitri 2026, diprediksi akan mengalami lonjakan volume pengiriman paket sebesar 20–40% akibat tingginya tren belanja online selama Ramadan.
Untuk memastikan barang tiba sebelum Lebaran, masyarakat diimbau untuk melakukan transaksi atau pengiriman paling lambat pada H-7 hingga H-5 (sekitar 14–16 Maret 2026).
Sumber
https://malang.disway.id/malang-melintang/read/12493/ledakan-belanja-online-ramadan-kiriman-paket-di-malang-diprediksi-melonjak-20-40-persen-hingga-h-7-lebaran




