Kabar gembira bagi guru madrasah di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 akan segera dicairkan. Pemerintah menargetkan pencairan tunjangan tersebut dapat dilakukan sebelum Lebaran 2026.
Dilansir dari khazanah.republika.co.id, Langkah percepatan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) agar para guru segera menerima haknya setelah seluruh proses administrasi selesai.
Kemenag Targetkan TPG Guru Madrasah Cair Sebelum Lebaran
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno menyampaikan bahwa guru madrasah yang telah mengikuti PPG akan menerima tunjangan profesinya setelah proses administrasi rampung.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan sebelum Lebaran agar para guru dapat merasakan manfaat tunjangan tersebut tepat waktu.
“Semua itu nanti akan kita selesaikan sebelum Lebaran, sehingga mereka sudah bisa menerima tunjangan profesi,” ujarnya di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta.
Proses Penerbitan SKAKPT Sedang Dipercepat
Saat ini, Kemenag tengah mempercepat proses penerbitan Surat Keterangan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) sebagai syarat pencairan TPG.
Berdasarkan data terbaru, dari 405.438 guru madrasah yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG), sebagian besar sudah memasuki tahap pencairan tunjangan.
Hasil generate SKAKPT pada 2 dan 4 Maret 2025 menunjukkan bahwa:
- 246.449 SKAKPT telah berhasil diterbitkan
- 214.368 guru lulus sertifikasi sebelum 2025
- 32.081 guru lulus pada tahun 2025
Sementara itu, sekitar 158.989 guru lainnya masih dalam proses finalisasi dokumen pada tahap berikutnya.
Jadwal Tahap Penerbitan SKAKPT
Kemenag menargetkan seluruh proses penerbitan SKAKPT selesai dalam beberapa hari melalui beberapa tahap:
- Tahap 3: 7 Maret
- Tahap 4: 9 Maret
Jika proses berjalan sesuai rencana, pencairan TPG guru madrasah ditargetkan paling lambat 16 Maret 2025.
Bahkan, bagi guru yang SKAKPT-nya telah terbit lebih awal, dana tunjangan sudah mulai ditransfer secara bertahap ke rekening masing-masing sejak minggu ini.
Digitalisasi Data Percepat Pencairan TPG
Menurut Amien, percepatan pencairan TPG tidak lepas dari pemutakhiran data dan digitalisasi administrasi yang terus dilakukan Kemenag.
Ia menegaskan bahwa TPG bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk penghargaan negara terhadap profesionalitas guru.
“TPG adalah apresiasi atas profesionalitas. Kami berkomitmen agar penyalurannya semakin cepat, tepat, dan akuntabel,” jelasnya.
Kemenag Pastikan Data Pencairan Akurat
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pendis, M Arskal Salim GP mengatakan bahwa proses sinkronisasi data masih terus dilakukan agar pencairan tunjangan tepat sasaran.
Menurutnya, percepatan tetap harus diiringi dengan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan data.
“Prinsipnya kita ingin cepat tapi juga kita ingin akurat. Jangan sampai cepat tapi tidak akurat,” ujarnya.
Kesimpulan
Pemerintah melalui Kemenag memastikan pencairan TPG guru madrasah 2026 berjalan lebih cepat. Dengan percepatan penerbitan SKAKPT dan sinkronisasi data, diharapkan ratusan ribu guru madrasah di Indonesia dapat menerima tunjangan profesi sebelum Lebaran.
Sumber
https://khazanah.republika.co.id/berita/tbibl4320/kabar-gembira-buat-guru-madrasah-kemenag-tpg-cair-sebelum-lebaran-part2




