Bulan Ramadan menyuguhkan dua momen yang sangat istimewa bagi umat Islam, yaitu malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Meskipun keduanya sering dikaitkan dengan penurunan Al-Qur’an, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, baik dari segi makna historis maupun waktu terjadinya.
Makna Nuzulul Quran dan Lailatur Qadar
Nuzulul Quran
Nuzulul Quran secara harfiah berarti “turunnya Al-Qur’an.”
Peristiwa ini diperingati sebagai momen di mana wahyu pertama (Surah Al-Alaq ayat 1-5) diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Nuzulul Quran dimaknai sebagai titik awal turunnya pedoman hidup bagi umat manusia dan di Indonesia secara tradisional dirayakan setiap tanggal 17 Ramadan.
Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah “Malam Kemuliaan” atau malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Lailatul Qadar dianggap sebagai waktu turunnya rahmat, pengampunan, serta keberkahan yang sangat besar.
Malam ini juga dikaitkan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan (al-Inzal) dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) sebelum disampaikan secara bertahap kepada Rasulullah.
Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Perbedaan malam Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar adalah pada makna dan waktunya.
Terdapat perbedaan penanggalan untuk kedua peristiwa ini pada tahun 2026 (1447 Hijriah) akibat perbedaan
penetapan awal Ramadan antara Pemerintah/NU dan Muhammadiyah.
Nuzulul Quran (17 Ramadan)
- Menurut Muhammadiyah, jatuh pada Kamis malam, 5 Maret 2026.
- Menurut Pemerintah/NU, jatuh pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Lailatul Qadar (10 Malam Terakhir)
Waktu pastinya merupakan rahasia Allah, namun diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Untuk tahun 2026, perkiraan malam ganjil tersebut dimulai dari:
- Malam ke-21: 9 Maret (Muhammadiyah) atau 10 Maret (Pemerintah).
- Malam ke-23: 11 Maret (Muhammadiyah) atau 12 Maret (Pemerintah).
- Malam ke-25: 13 Maret (Muhammadiyah) atau 14 Maret (Pemerintah).
- Malam ke-27: 15 Maret (Muhammadiyah) atau 16 Maret (Pemerintah).
- Malam ke-29: 17 Maret (Muhammadiyah) atau 18 Maret (Pemerintah).
Kesimpulan
Perbedaan utama terletak pada ketetapan waktunya, Nuzulul Quran dirayakan pada tanggal yang pasti (17 Ramadan), sementara Lailatul Qadar harus dicari melalui peningkatan ibadah di akhir bulan.
Sumber
https://news.detik.com/berita/d-8385623/beda-malam-nuzulul-quran-dengan-lailatul-qadar-makna-dan-waktunya




