Doa buka puasa yang benar dan shahih sesuai tuntunan Rasulullah menjadi panduan utama bagi setiap muslim yang ingin menyempurnakan ibadah puasanya. Artikel ini disusun berdasarkan dalil-dalil shahih dari kitab-kitab hadits terpercaya, merujuk pada penjelasan para ulama mengenai lafadz doa yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Informasi yang disajikan di sini mengacu pada sumber primer Islam, yaitu hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan para perawi terpercaya lainnya, serta dilengkapi dengan pemahaman dari kitab-kitab fiqih klasik.
Memahami bacaan doa yang benar bukan sekadar menghafal teks Arab. Ini tentang mengamalkan sunnah dan menghidupkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam keseharian. Ketika kamu membaca doa buka puasa yang benar dan shahih di waktu yang tepat, momen berbuka tidak lagi sekadar rutinitas makan dan minum. Ia berubah menjadi ibadah penuh makna, di mana kamu menyadari bahwa kekuatan berpuasa dan rezeki berbuka semata-mata datang dari Allah. Waktu berbuka sendiri adalah salah satu momen mustajab, saat pintu langit terbuka dan doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak. Dengan ilmu yang benar, momen berbuka puasamu bisa menjadi puncak penghambaan dan sumber keberkahan hidup.
Mengapa Doa Berbuka Puasa Itu Penting?
Membaca doa saat berbuka bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk syukur atas nikmat Allah setelah seharian berpuasa. Rasulullah SAW menyebut waktu berbuka sebagai salah satu dari dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, sekaligus momen mustajab di mana doa tidak akan tertolak. Dengan membaca doa yang shahih, seorang muslim tidak hanya menjalankan sunnah, tetapi juga memaksimalkan potensi keberkahan di waktu yang istimewa ini.
Dua Bacaan Doa Buka Puasa yang Shahih
Ada dua lafadz doa berbuka yang paling terkenal dan bersumber dari hadits shahih. Kamu bisa memilih salah satu atau menggabungkannya.
1. Doa Riwayat Abu Dawud
Doa ini adalah yang paling umum diamalkan. Bersumber dari Abdullah bin Umar RA, doa ini diriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud dan dinilai shahih oleh banyak ulama. Bacalah setelah kamu selesai berbuka atau saat hendak berbuka.
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahaba zh-zhamau wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan insya Allah pahala telah tetap.” (HR. Abu Dawud).
2. Doa Riwayat Mu’adz bin Zuhrah
Doa ini berasal dari riwayat Mu’adz bin Zuhrah, seorang tabi’in yang meriwayatkan dari Nabi SAW secara mursal. Meski mursal, doa ini tetap diamalkan dan memiliki makna penyerahan diri yang mendalam.
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Dawud).
Bolehkah Menggabungkan Kedua Bacaan Tersebut?
Di masyarakat, sering kita dengar bacaan doa yang panjang dan menggabungkan kedua hadits di atas. Bagaimana hukumnya?
Jika berbuka dengan air: Disunnahkan membaca doa pertama (Allahumma laka shumtu…), lalu menambahkan doa kedua (Dzahaba zh-zhamau…). Karena saat minum air, ungkapan “hilangnya rasa haus dan basahnya urat” menjadi sangat relevan.
Jika tidak berbuka dengan air, Cukup membaca doa yang pertama saja.
Pada praktiknya, menggabungkan keduanya diperbolehkan dan tetap mendapatkan kesunnahan. Namun, yang terpenting adalah memahami maknanya dan membacanya dengan hati yang khusyuk.
Waktu Terbaik Membaca Doa Berbuka (Sebelum atau Sesudah Makan?)
Pertanyaan ini sering membuat bingung. Apakah doa dibaca sebelum menyantap makanan atau setelah selesai makan?
Utama Dibaca Setelah Berbuka
Para ulama dalam kitab klasik I’anatut Thalibin karya Syekh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan bahwa waktu paling utama membaca doa berbuka adalah setelah selesai makan atau minum. Sebab, makna doa “telah hilang rasa haus” dan “urat-urat telah basah” baru relevan diucapkan setelah kamu benar-benar berbuka.
Boleh Dibaca Sebelum Berbuka
Membaca doa sebelum berbuka tetap sah dan mendapatkan kesunnahan (husul ashli as-sunnah). Jika selama ini kamu terbiasa membaca doa dahulu sebelum meneguk air, hal itu tidak masalah. Namun, membiasakan diri membaca doa setelah berbuka lebih utama karena menyempurnakan kesunnahan.
Tata Cara dan Amalan Sunnah Saat Berbuka Puasa
Selain membaca doa, ada beberapa adab yang diajarkan Rasulullah SAW agar buka puasamu semakin berkah. Berikut langkah-langkah praktisnya yang bersumber dari hadits-hadits shahih:
- Menyegerakan Berbuka: Saat azan Maghrib berkumandang dan matahari sudah terbenam, segeralah berbuka. Ini adalah salah satu ciri fitrah seorang Muslim berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
- Berbuka dengan Kurma atau Air Putih: Sunnahnya adalah berbuka dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, bisa dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada juga, cukup dengan air putih, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi.
- Membaca Doa: Setelah menyantap hidangan berbuka, bacalah doa buka puasa yang shahih dengan penuh penghayatan.
- Jangan Berlebihan Makan: Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan. Makan dan minumlah secukupnya. Tubuh butuh adaptasi setelah seharian kosong, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 31.
- Berdoa untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat: Manfaatkan momen berbuka yang mustajab ini untuk memohon apa pun kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Memahami doa buka puasa yang benar sesuai sunnah adalah bagian dari upaya menyempurnakan ibadah puasamu. Dua bacaan utama yang bisa kamu amalkan adalah doa riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin Umar RA (Dzahaba zh-zhamau…) dan doa riwayat Mu’adz bin Zuhrah (Allahumma laka shumtu…). Keduanya bersumber dari hadits yang shahih dan diamalkan oleh kaum muslimin dari masa ke masa. Waktu terbaik membacanya adalah setelah selesai berbuka, meski membacanya sebelum makan pun tetap diperbolehkan. Jangan lupa untuk selalu menyegerakan berbuka dan tidak berlebihan dalam menyantap makanan. Semoga ibadah puasa kita diterima dan kita senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam menjalankan sunnah.
Referensi :
- https://jatim.nu.or.id/keislaman/meluruskan-doa-buka-puasa-berdasarkan-hadits-Iaeyu
- https://banten.nu.or.id/keislaman/waktu-membaca-doa-berbuka-puasa-HG2Ki
- https://surabaya.tribunnews.com/2020/04/30/doa-buka-puasa-ramadhan-yang-dicontohkan-rasulullah-dan-sunah-buka-puasa
- http://devel.mediaindonesia.com/ramadan/401931/ada-dua-doa-buka-puasa-pilih-yang-mana
- https://iqra.republika.co.id/berita/rkm5tc430/bacaan-doa-saat-berbuka-puasa
- https://muhammadiyah.or.id/2022/04/doa-buka-puasa-berdasarkan-hadis-sahih/
- https://www.viva.co.id/edukasi/1459702-doa-buka-puasa
- https://jabar.nu.or.id/ubudiyah/kontroversi-doa-buka-puasa-fV3J3




