Membaca doa saat berbuka puasa merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Di antara berbagai redaksi doa yang populer, doa yang diawali dengan kata “Dzahaba” menjadi salah satu yang paling sering diamalkan karena bersumber dari hadis yang dinilai sahih.
Dikutif dari laman Majelis Ulama Indonesia melalui Detik.com, kebiasaan Rasulullah SAW membaca doa buka puasa “dzahaba” diriwayatkan oleh Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar RA. Doa ini mengandung makna yang mendalam tentang rasa lega, syukur, dan harapan akan pahala dari Allah SWT.
Doa Buka Puasa “Dzahaba”
Doa buka puasa ini bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud. Berikut adalah teks lengkapnya:
Arab :
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
Latin :
Dzahabazh-zhaama’u wabtallatil-‘uruqu, wa tsabatal-ajru insyaa Allahu ta’aalaa.
Artinya : “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.” (HR Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa’i)
Makna dari doa ini sangat mendalam karena menggambarkan kondisi fisik seseorang yang baru saja melepaskan dahaga setelah seharian berpuasa, sekaligus terselip harapan agar ibadah tersebut diterima dan dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT.
Waktu Membaca yang Tepat Membaca Doa Buka Puasa “Dzahaba”
Salah satu poin penting yang sering menjadi pertanyaan umat muslim adalah kapan waktu yang paling tepat untuk merapalkan doa ini. Berdasarkan tinjauan fikih dan makna harfiah dari doa tersebut, para ulama menjelaskan bahwa doa “Dzahaba” sebaiknya dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya (setelah minum atau makan sedikit).
Hal ini merujuk pada kalimat “Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat,” yang secara logika hanya terjadi setelah air masuk ke dalam tenggorokan. Sedikit berbeda dengan doa “Allahumma laka shumtu” yang secara umum dibaca sebelum atau saat mulai menyantap hidangan buka puasa. Meski demikian, kedua doa tersebut boleh diamalkan dan dibaca secara berurutan untuk meraih keutamaan sunnah yang lebih sempurna.
Keutamaan Berdoa saat Berbuka
Momen berbuka puasa adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Dalam hadis disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka tidak akan tertolak. Oleh karena itu, selain membaca lafaz yang sudah ditentukan, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa kebaikan lainnya bagi diri sendiri maupun keluarga.
Kesimpulan
Memahami lafaz dan waktu pembacaan doa “Dzahaba” sangat penting agar ibadah puasa kita tidak hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga diiringi dengan adab yang benar.
Sumber
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8377331/doa-buka-puasa-dzahaba-lengkap-lafaz-arab-latin-serta-waktu-membacanya




