Beredar beragam bacaan doa berbuka puasa di tengah umat Islam. Salah satu yang paling dikenal luas adalah doa yang diawali dengan lafaz dzahaba.
Doa ini kerap diamalkan pada saat waktu Magrib tiba sebagai ungkapan syukur setelah menunaikan ibadah puasa seharian.
Sebelum masuk waktu berbuka, umat Islam dianjurkan untuk menghafal doa tersebut, tidak hanya teks Arabnya, tetapi juga bacaan latin dan maknanya. Dengan memehami arti doa, pembancaanya akan terasa lebih khusyuk dan penuh penghayatan.
Lantas, bagaimana bunyi doa berbuka puasa dzahaba? Berikut bacaan lengkapnya beserta hadis yang menjadi landasanya.
Bacaan Doa Buka Puasa Dzahaba Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Mengacu pada sumber resmi Muhammadiyah, berikut teks doa yang dimaksud:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Arab Latin: Dzahabaẓ-ẓama’u, wabtallatil-‘urūqu, wa tsabatal-ajru in syā’allâh.
Artinya: “Hilanglah rasa haus dan basahlah badan dan insya Allah mendapatkan pahala.”
Doa ini dibaca setelah berbuka puasa, yakni sesaat setelah membatalkan puasa dengan makanan atau minuman.
Dalil Hadis Doa Dzahaba
Doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. Dalam buku Hadits Do’a Berbuka Puasa karya Ahmad Hendrix, disebutkan hadis sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَرْفُوعًا : كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Dari Ibnu Umar secara marfu’ (sampai kepada Nabi), dia berkata, ‘Jika berbuka puasa, beliau (Rasulullah SAW) biasa mengucapkan, “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah”.” (HR ad-Daruquthni)
Sejumlah ulama hadis menilai riwayat ini berstatus hasan, di antaranya Syaikh al-Albani. Bahkan al-Hakim menyatakannya sahih sesuai dengan syarat sahihain. Wallahu a’lam bish-shawab.
Ragam Doa Berbuka Puasa Lainnya
Selain doa dzahaba, terdapat beberapa bacaan doa lain yang juga populer di kalangan umat Islam.
Doa Allahumma Laka Sumtu
Doa ini sangat dikenal dan sering diajarkan sejak bangku sekolah. Berikut bacaannya sebagaimana dikutip dari NU Online:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Arab Latin: Allāhumma laka ṣumtu, wa ‘alā rizqika afṭartu.
Artinya: “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.”
Doa Gabungan Dalam Hasyiyah Iqna
Syaikh Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna mencantumkan doa berbuka puasa yang menggabungkan beberapa lafaz, termasuk dzahaba:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Arab Latin: Allāhumma laka ṣumtu wa ‘alā rizqika afṭartu, wa bika āmantu, wa bika wa ‘alaika tawakkaltu. Dzahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa tsabatal-ajru in syā’allāh. Yā wāsi’al-faḍli ighfir lī. Al-ḥamdu lillāhilladzī hadānī faṣumtu, wa razaqanī fa-afṭartu.
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.”
Kesimpulan
Semoga setiap doa yang dipanjatkan saat berbuka puasa membawa keberkahan serta pahala yang berlipat ganda.
Sumber Referensi
- https://www.detik.com/jateng/berita/d-8365793/doa-buka-puasa-dzahaba-tulisan-arab-latin-dan-artinya-lengkap




