5 Bansos Desember 2025 Cair Bersamaan: Simak Daftar Lengkapnya
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa lima program bantuan sosial (bansos) utama akan dicairkan secara serentak pada Desember 2025.
Penyaluran ini dilakukan tepat waktu sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan jelang akhir tahun.
Selain itu, pencairan juga berjalan lebih efisien berkat transformasi digital yang memangkas prosedur birokrasi dan mempercepat proses penyaluran bantuan.
Daftar Bansos yang Akan Cair pada Desember 2025
Berikut lima jenis bansos yang dijadwalkan cair pada akhir 2025:
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH kembali dicairkan untuk keluarga sangat miskin sebagai bantuan tunai bersyarat. Pencairan dilakukan bertahap ke rekening penerima hingga akhir Desember.
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
BPNT atau Kartu Sembako disalurkan untuk periode Oktober hingga Desember 2025 sekaligus, dengan total bantuan Rp600.000. Penyaluran dilakukan melalui sistem elektronik untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
3. Bantuan ATENSI Anak Yatim Piatu
Bantuan ATENSI tetap diberikan sebesar Rp200.000 per anak per bulan untuk anak yatim piatu yang telah masuk data resmi. Bantuan ini digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan kebutuhan dasar anak.
4. Bantuan Tambahan Beras dan Minyak Goreng
Sebanyak 18,3 juta KPM menerima paket sembako berisi beras dan minyak goreng bersubsidi. Bantuan ini termasuk dalam kebijakan ekonomi nasional 2025–2026 untuk menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi pangan.
5. Program Indonesia Pintar (PIP)
Pada Desember 2025, PIP tahap ketiga kembali dicairkan untuk mendukung biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu. Besaran bantuan berbeda sesuai tingkat pendidikan.
Transformasi Digital Permudah dan Percepat Penyaluran Bansos
Pemerintah menyampaikan bahwa efektivitas penyaluran bansos semakin meningkat berkat implementasi transformasi digital di sektor layanan publik.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyebut bahwa proses penyaluran yang sebelumnya melalui tujuh tahap kini dipangkas menjadi tiga tahap melalui uji coba di Banyuwangi.
Transformasi ini memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terintegrasi dengan berbagai kementerian dan lembaga.
Integrasi sistem ini memungkinkan:
- Verifikasi data secara otomatis
- Pengurangan birokrasi yang berlapis
- Mencegah munculnya penerima ganda
- Penyaluran yang lebih akurat dan tepat sasaran
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa setiap dana bansos harus disalurkan berdasarkan data yang benar-benar valid agar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan akurasi dan pemerataan bantuan.
Kesimpulan
Pencairan lima bansos di Desember 2025 menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sosial sekaligus meningkatkan efisiensi melalui layanan digital yang terintegrasi.
Dengan penyaluran PKH, BPNT, ATENSI, bantuan sembako, dan PIP, masyarakat rentan diharapkan memperoleh bantuan maksimal menjelang pergantian tahun.




