Salah satu amalan yang dikerjakan oleh umat Islam ketika bulan Ramadhan adalah shalat tarawih.
Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya selama bulan Ramadhan, dan biasanya diakhiri dengan shalat witir.
Ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri karena hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan shalat tarawih di bulan Ramadhan. Barang siapa yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Karena besarnya keutamaan tersebut, shalat tarawih menjadi ibadah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri. Jumlah rakaatnya pun beragam, ada yang melaksanakan 20 rakaat dan ada pula 8 rakaat, sesuai dengan mazhab yang dianut.
Sebelum menunaikan shalat tarawih, seseorang perlu membaca niat terlebih dahulu. Bacaan niat ini berbeda tergantung pada posisi seseorang dalam shalat, apakah sebagai imam, makmum, atau ketika melaksanakannya sendirian.
Berikut ini adalah bacaan niat shalat tarawih sesuai dengan posisinya.
Niat Shalat Tarawih sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”
Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”
Niat Shalat Tarawih Secara Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
Kesimpulan
Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk melaksanakan shalat tarawih dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Sumber Referensi
- https://www.jawapos.com/hijrah-ramadan/017226656/tuntunan-doa-niat-sholat-tarawih-berjamaah-ataupun-sendiri-untuk-imam-dan-makmum-disertai-arab-latin-dan-terjemahan?page=2



