Bulan Ramadan menuntut umat muslim untuk melakukan penyesuaian besar dalam rutinitas harian, mulai dari jadwal makan hingga waktu ibadah.
Perubahan ini secara langsung berdampak pada pola tidur, di mana seseorang harus bangun lebih awal untuk makan sahur dan sering kali tidur lebih larut karena ibadah malam.
Padahal, tidur yang berkualitas merupakan kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan fisik dan kestabilan mental selama berpuasa. Tanpa manajemen istirahat yang baik, tubuh akan mudah merasa lelah dan tidak fokus dalam beraktivitas.
Strategi Untuk Menjaga Kualitas Tidur Selama Puasa
Konsistensi Jadwal Tidur
Langkah pertama yang sangat penting adalah menjaga jadwal tidur yang teratur.
Dengan menetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap harinya, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dengan ritme sirkadian yang baru.
Kebiasaan ini membantu sistem internal tubuh untuk tetap stabil meskipun durasi tidur mungkin terbagi antara malam hari dan setelah sahur.
Mengurangi Konsumsi Kafein
Pembatasan konsumsi kafein seperti kopi dan teh sangat dianjurkan, terutama saat waktu berbuka hingga menjelang tidur.
Kafein merangsang sistem saraf pusat yang dapat membuat mata tetap terjaga, sehingga menghambat proses masuknya tubuh ke fase tidur yang dalam dan nyenyak.
Menghindar Makan Berlebihan Saat Berbuka
Pola makan saat berbuka puasa juga memiliki korelasi erat dengan kualitas istirahat.
Mengonsumsi makanan secara berlebihan dalam porsi besar dapat memicu ketidaknyamanan pada lambung, seperti perut kembung atau kenaikan asam lambung (refluks), yang mengganggu kenyamanan tidur.
Disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam porsi yang wajar agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan ringan.
Mengurangi Aktivitas Fisik Sebelum Tidur
Hindarilah melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat sesaat sebelum waktu tidur.
Olahraga berat akan memicu produksi hormon adrenalin yang meningkatkan kewaspadaan tubuh.
Sebaiknya, lakukan aktivitas fisik beberapa jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk relaksasi dan menurunkan suhu inti tubuh ke kondisi ideal untuk istirahat.
Menciptakan Lingkungan Istirahat yang Nyaman
Lingkungan fisik kamar tidur berperan besar dalam mempercepat transisi menuju tidur lelap.
Ruangan yang sejuk, gelap, dan tenang akan merangsang produksi melatonin, hormon alami yang membantu proses tidur.
Gangguan cahaya terang dari perangkat elektronik atau kebisingan dari lingkungan sekitar harus diminimalisir.
Dengan memastikan suasana kamar kondusif, kualitas istirahat akan tetap optimal meskipun durasi tidur berkurang karena harus menjalankan rangkaian ibadah Ramadan.
Kesimpulan
Melalui integrasi manajemen pola makan, aktivitas, dan lingkungan ini, umat Muslim dapat tetap menjaga kebugaran tubuh dan kekhusyukan ibadah sepanjang bulan suci.
Sumber
https://www.jawapos.com/lifestyle/017226048/5-cara-menjaga-kualitas-tidur-selama-melakukan-puasa-pada-bulan-ramadhan




