Salah tarawih adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan khusus pada malam-malam bulan Ramadhan. Dalam praktiknya, terdapat perbedaan jumlah rakaat yang biasa dikerjakan umat islam, yakni 11 rakaat dan 23 rakaat.
Perbedaan tersebut bukanlah pada sah atau tidaknya ibadah, melainkan pada dalil yang dijadikan landasan serta teknis pembagian rakaat dan salam. Untuk memahami lebih jelas, berikut uraian lengkapnya.
Penjelasan Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih
Di Indonesia, pelaksanaan salat tarawih umumnya dilakukan dengan dua pilihan jumlah rakaat, yaitu 11 rakaat atau 23 rakaat. Keduanya memiliki dasar yang kuat dalam sejarah Islam sehingga tidak perlu diperdebatkan.
Merujuk pada buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar (2007) karya Neni Nuraeni, berikut perbedaan dasar pelaksanaannya:
Tarawih 11 Rakaat
Pendapat pertama menyebutkan bahwa salat tarawih dikerjakan sebanyak 8 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan 3 rakaat salat witir, sehingga totalnya menjadi 11 rakaat. Pendapat ini bersandar pada keterangan istri Rasulullah, ‘Aisyah r.a., yang berkata:
“Nabi Saw. tidak pernah menambah shalat sunnahnya pada waktu malam, baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.” (H.R. Jama’ah).
Dalam pelaksanaannya, salat dapat dilakukan dengan dua rakaat satu salam, atau empat rakaat satu salam. Setelah menyelesaikan delapan rakaat, ibadah ditutup dengan tiga rakaat witir.
Tarawih 23 Rakaat
Pendapat kedua menyatakan bahwa salat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat, lalu ditambah 3 rakaat witir sehingga keseluruhannya berjumlah 23 rakaat. Hal ini merujuk pada riwayat Al-Baihaqi dari Assaib bin Yazid r.a., yang mengatakan:
“Mereka melaksanakan shalat 20 raka’at di zaman Khalifah Umar bin Khattab r.a., mereka yang ikut shalat jumlahnya ratusan. Dan di zaman Khalifah Usman mereka bersandar karena lamanya berdiri.” (H.R. Al-Baihaqi).
Pendapat ini menunjukkan praktik yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a. dan terus berlangsung pada masa setelahnya.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih
Secara umum, gerakan dan bacaan dalam salat tarawih sama dengan salat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada niat, jumlah rakaat, serta adanya waktu jeda istirahat setiap dua kali salam.
Untuk 11 rakaat, pelaksanaannya dilakukan dengan pola dua rakaat satu salam sebanyak empat kali hingga mencapai delapan rakaat, kemudian ditutup dengan tiga rakaat witir. Urutannya sebagai berikut:
- Berniat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Mengucapkan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah pendek dari Al-Qur’an.
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud pertama dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Duduk sejenak sebelum berdiri ke rakaat berikutnya.
- Melanjutkan rakaat kedua dengan tata cara yang sama.
- Tasyahud akhir, kemudian salam ke kanan dan kiri.
Rangkaian tersebut diulang hingga empat kali salam untuk mencapai delapan rakaat. Di antara dua salam, dianjurkan beristirahat sejenak sambil membaca dzikir, istighfar, shalawat, atau doa singkat.
Sementara itu, untuk 23 rakaat, pelaksanaannya dilakukan dengan dua rakaat satu salam sebanyak sepuluh kali hingga mencapai 20 rakaat, kemudian ditutup dengan tiga rakaat witir. Tata cara gerakan dan bacaannya sama, hanya berbeda pada jumlah pengulangannya.
Kesimpulan
Semoga dengan memahami perbedaan ini, kita dapat semakin bijak dalam menyikapinya.
Sumber Referensi
- https://kumparan.com/berita-hari-ini/perbedaan-sholat-tarawih-11-dan-23-rakaat-ini-penjelasannya-26rlOsVI6Z5/full




