Bulan Ramadan selalu identik dengan buah mungil berwarna cokelat yang rasanya manis alami, yakni kurma. Buah ini hampir selalu hadir saat waktu berbuka puasa karena dipercaya mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah seharian menahan lapar dan haus.
Selain dikonsumsi langsung, kurma juga sering diolah menjadi berbagai menu menarik seperti minuman sari kurma, campuran smoothie, hingga aneka dessert modern. Tak heran jika popularitasnya terus meningkat setiap memasuki bulan suci.
Sumber Energi Alami yang Cepat Diserap Tubuh
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah dicerna tubuh. Inilah alasan mengapa buah ini sangat cocok disantap saat berbuka. Energi yang hilang selama puasa bisa segera tergantikan tanpa perlu mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar.
Tak hanya itu, kurma juga mengandung karbohidrat kompleks yang membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu mengontrol porsi makan agar tidak berlebihan setelah berbuka.
Kaya Vitamin dan Mineral Penting
Di balik ukurannya yang kecil, kurma menyimpan beragam nutrisi penting. Buah ini mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, serta vitamin C yang berperan dalam menjaga metabolisme dan daya tahan tubuh.
Kandungan mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, fosfor, dan zinc juga memberikan manfaat besar, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga memperkuat tulang.
Menurut ahli gizi dari RS Acibadem Atakent, Demet Cerit, konsumsi kurma tetap perlu dibatasi. Asupan berlebihan berpotensi meningkatkan berat badan dan memicu lonjakan gula darah, terutama jika ditambah gula saat diolah menjadi camilan.
Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Serat alami dalam kurma, termasuk pektin dan beta-glukan, berperan dalam memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Ini sangat membantu bagi yang sedang menjalani program diet atau ingin menghindari kebiasaan ngemil berlebihan.
Selain itu, rasa manis alami pada kurma bisa menjadi alternatif yang lebih sehat untuk mengatasi keinginan mengonsumsi makanan penutup tinggi gula.
Baik untuk Pencernaan dan Kesehatan Jantung
Tingginya kandungan serat dalam kurma mendukung kerja sistem pencernaan dan membantu mencegah sembelit, terutama ketika pola makan berubah seperti saat Ramadan.
Sementara itu, kalium dalam kurma membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mendukung fungsi otot serta saraf. Asupan kalium yang cukup juga berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.
Menjaga Kesehatan Mata dan Tulang
Kurma mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang baik untuk kesehatan mata dan membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan akibat penuaan.
Di sisi lain, kombinasi kalsium, magnesium, dan fosfor berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah risiko osteoporosis di kemudian hari.
Kesimpulan
Kurma bukan hanya simbol Ramadan, tetapi juga sumber nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Mulai dari memberikan energi instan, menjaga pencernaan, hingga mendukung kesehatan jantung dan tulang, semua manfaat tersebut bisa diperoleh jika dikonsumsi secara bijak.
Menjadikan kurma sebagai camilan sehat harian merupakan pilihan yang baik, selama tetap memperhatikan porsi agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan efek samping.
sumber
https://wolipop.detik.com/health-and-diet/d-8363994/8-manfaat-kurma-untuk-kesehatan-tak-cuma-jadi-menu-andalan-saat-ramadan




