Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan saat bulan Ramadhan adalah Sholat Dhuha. Ibadah ini menjadi amalan tambahan yang dapat dikerjakan pada waktu pagi hari untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat Dhuha (bahasa Arab: صلاة الضحى, translit. ṣalatuḍ ḍuḥā) merupakan salat sunah yang dikerjakan ketika memasuki waktu dhuha, yaitu saat matahari telah terbit dan mulai meninggi.
Waktu pelakasanaanya dimulai ketika matahari naik sekitar tujuh hasta setelah terbit (sekitar pukul 06.00-07.00 pagi) hingga menjelang masuknya waktu zuhur.
Ibadah ini bisa dilakukan di sela-sela aktivitas pagi sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan, waktu, dan rezeki yang Allah SWT berikan.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, Sholat Dhuha juga diyakini sebagai sarana memohon kelancaran rezeki, ampunan dosa, serta limpahan pahala dari Allah SWT.
Bacaan Niat Sholat Dhuha Dua Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala.”
Bacaan Surah Ad-Dhuha Beserta Artinya
Dilansir dari TribunTimur.com, Berikut Bacaan Surah Ad-Dhuha:
وَالضُّحٰىۙ
“Wad duhaa”
Artinya: “Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),”
وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ
“Wal laili iza sajaa”
Artinya: “dan demi malam apabila telah sunyi,”
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىؕ
“Ma wad da’aka rabbuka wa ma qalaa”
Artinya: “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,”
وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰىؕ
“Walal-aakhiratu khairul laka minal-uula”
Artinya: “dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.”
وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰىؕ
“Wa la sawfa y’utiika rabbuka fatarda”
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”
اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى
“Alam ya jidka yatiiman fa aawaa”
Artinya: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),”
وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى
“Wa wa jadaka daal lan fahada”
Artinya: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”
فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ
“Fa am mal yatiima fala taqhar”
Artinya: Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
“Wa am mas saa-ila fala tanhar”
Artinya: “Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).”
وَاَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ
“Wa amma bi ni’mati rabbika fahad dith”
Artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”
Kesimpulan
Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan untuk mengamalkannya secara rutin dan mendapatkan keberkahan dari setiap ibadah yang kita kerjakan.
Sumber Referensi
- https://makassar.tribunnews.com/lifestyle/1828994/niat-dan-tata-cara-sholat-dhuha-dua-rakaat-lengkap-keutamaannya?page=4




