Berbuka puasa merupakan momen istimewa bagi umat Muslim setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Selain menandai berakhirnya ibadah puasa sehari penuh, waktu berbuka juga merupakan saat yang penuh berkah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Dalam tradisi Islam, termasuk yang dianjurkan oleh Muhammadiyah, membaca doa berbuka puasa dengan lafadz Arab dan makna yang benar menjadi bagian penting dari adab ibadah puasa yang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Makna dan Tujuan Membaca Doa Berbuka Puasa
Berbuka puasa bukan sekadar makan dan minum setelah waktu maghrib tiba, tetapi juga saat kembali menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam rasa syukur. Doa buka puasa membantu umat Muslim merefleksikan ibadah puasa mereka sepanjang hari, dengan harapan puasa diterima dan mendapatkan pahala. Anjuran membaca doa ini juga tercermin dalam berbagai panduan agama yang dirumuskan oleh ulama dan badan keagamaan seperti Muhammadiyah dan ulama lainnya.
Tak hanya berhenti pada lafadz Arab, memahami terjemahan menjadi kunci agar doa dibaca dengan penuh penghayatan. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel-artikel Muhammadiyah, doa berbuka yang diutamakan memiliki dasar hadis kuat bahwa Rasulullah SAW selalu mendoakan saat berbuka dengan lafadz tertentu setelah benar-benar berbuka.
Lafadz Doa Berbuka Puasa Arab dan Terjemahannya
Dilansi dari laman suaraaisyiyah berikut adalah doa berbuka puasa menurut anjuran Muhammadiyah yang berdasar pada hadis sahih dari Nabi Muhammad SAW:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabata al-ajru insya Allah
Artinya “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan semoga pahala telah tetap, insya Allah.”
Doa ini secara khusus menganjurkan agar diucapkan setelah berbuka, bukan sebelum makanan atau minuman masuk ke mulut, karena isi maknanya menunjukkan bahwa dahaga telah hilang dan kondisi fisik telah kembali segar setelah berbuka.
Waktu dan Tata Cara Membaca Doa Berbuka Puasa
Waktu Tepat Membaca Doa
Waktu paling utama membaca doa berbuka menurut panduan Muhammadiyah adalah ketika waktu Maghrib telah tiba dan sebelum makanan atau minuman pertama masuk ke dalam mulut. Dengan demikian, doa menjadi bentuk syukur atas nikmat yang baru saja diberikan Allah SWT pada momen berbuka.
Adab saat Membaca Doa
Berikut beberapa adab yang dianjurkan umat Muslim ketika membaca doa buka puasa:
- Menyegerakan berbuka segera setelah waktu Maghrib tiba.
- Menghadap kiblat jika memungkinkan.
- Membaca doa dengan penuh khusyuk dan fokus pada makna doa.
- Mengangkat tangan dalam doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah.
Memahami dan menjalankan adab ini bukan hanya soal hukum ibadah, tetapi juga tentang menyelaraskan ibadah puasa dengan dimensi spiritual dan tatakrama yang diajarkan dalam ajaran Islam.
Konteks Muhammadiyah atas Doa Berbuka Puasa
Menurut sumber resmi Muhammadiyah, doa berbuka puasa yang diutamakan adalah yang berdasarkan hadis sahih dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengucapkan doa tersebut saat berbuka. Ini menjadi rujukan utama dalam panduan Muhammadiyah untuk membaca doa berbuka puasa di kalangan umat Muslim.
Di sisi lain, Muhammadiyah juga mengingatkan bahwa meskipun doa ini membantu memperkuat niat dan kesadaran spiritual, tidak membaca doa ini tidak membatalkan puasa. Puasa tetap sah meskipun tidak diucapkan secara lisan, karena niat puasa adalah yang penting dalam hati.
Kesimpulan
Berbuka puasa adalah momen penting dalam ibadah puasa yang menggabungkan aspek fisik dan spiritual. Dalam panduan Muhammadiyah, membaca doa berbuka puasa Arab dan terjemahannya menjadi bagian dari adab puasa yang dianjurkan berdasarkan hadis sahih. Lafadz utama seperti “Dzahaba azh-zhama’u…” menunjukkan penghargaan terhadap nikmat berbuka dan harapan pahala dari Allah SWT.
Sumber




