Momen berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang paling dinantikan oleh umat muslim di bulan Ramadhan. Lebih dari sekadar melepas lapar dan dahaga, saat berbuka adalah waktu yang mustajab (sangat baik) untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Berdasarkan penjelasan dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat setidaknya lima opsi doa berbuka puasa yang berasal dari berbagai riwayat hadis maupun kitab ulama terkemuka. Hal ini memberikan kebebasan bagi umat untuk memilih lafal yang paling mudah dihafal atau sesuai dengan keyakinan riwayatnya.
Doa Berbuka Puasa
Lafalnya : “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftharthu…”
Artinya : “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud No, 2011)
Doa ini sangat populer dan maknanya menekankan bahwa puasa dilakukan hanya karena Allah dan berbuka pun dengan rezeki dari-Nya.
Doa yang Berasal dari Riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar r.a
Lafalnya : “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.”
Artinya : “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala, insya Allah.” (HR.Abu Daud No. 2010)
Doa ini sering dianggap sebagai salah satu riwayat yang paling kuat secara sanad.
Doa yang Berasal dari Riwayat Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zuhrah
Lafalnya : “Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faaftharthu”.
Artinya : “ Segala puji bagi Allah yang menolongu maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)
Doa ini yang berarti ucapan syukur karena Allah telah memberikan kekuatan untuk berpuasa dan rezeki untuk berbuka.
Doa yang Berasal dari Riwayat Ibnu Sunni, tapi dari sahabat Ibu Abbas
Lafalnya : “Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim.”
Artinya : “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)
Doa ini memohon agar Allah menerima amal puasa karena Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Doa yang Berasal dari Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar
Lafalnya : “Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Bersumber dari kitab al-Adzkar karya Imam al-Nawawi, seorang muslim juga dianjurkan membaca doa yang memohon rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu agar dosa-dosanya diampuni.
Kesimpulan
Adanya berbagai opsi doa ini menunjukkan keluwesan dalam ibadah Islam. Pilihan doa yang beragam bukanlah untuk diperdebatkan mana yang paling benar, melainkan sebagai khazanah yang dapat memperkaya kualitas spiritual umat.
Sumber
https://mui.or.id/baca/mui/doa-berbuka-puasa-ramadhan-ini-5-opsi-yang-bisa-dibaca




