Sebelum menahan lapar dan dahaga seharian penuh, ada satu hal sederhana namun sangat menentukan niat di dalam hati. Puasa Ramadhan bukan sekadar tidak makan dan minum, tetapi ibadah wajib yang memiliki aturan jelas. Salah satu rukun paling utama dalam puasa adalah niat. Tanpa niat, puasa menjadi tidak sah. Karena itu, setiap Muslim yang telah memenuhi syarat wajib memahami bacaan niat puasa Ramadhan dengan benar.
Dalam ajaran Islam, niat tidak harus selalu diucapkan dengan suara keras. Niat pada dasarnya adalah tekad dalam hati untuk menjalankan ibadah.
Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.” [HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907]
Hadis ini menegaskan bahwa niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu amal, termasuk puasa Ramadhan.
Tanpa niat yang jelas, ibadah yang dilakukan bisa kehilangan maknanya.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Dilansir dari laman mui.or.id, berikut adalah bacaan niat puasa ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Waktu dan Cara Berniat Puasa
Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, yaitu sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Artinya, setelah masuk waktu Maghrib sampai sebelum Subuh, seseorang sudah bisa berniat untuk berpuasa keesokan harinya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa niat puasa wajib diperbarui setiap malam selama bulan Ramadhan.
Hal ini karena setiap hari puasa dianggap sebagai ibadah yang berdiri sendiri. Jadi, tidak cukup berniat sekali untuk satu bulan penuh saja. Memang ada sebagian ulama yang membolehkan niat di awal Ramadhan untuk satu bulan sekaligus. Namun, tetap lebih dianjurkan memperbarui niat setiap malam agar lebih hati-hati dan menjaga keabsahan ibadah.
Jika seseorang lupa melafalkan niat tetapi dalam hatinya sudah bertekad untuk berpuasa, bahkan bangun sahur dengan tujuan puasa, maka puasanya tetap sah. Sebab inti dari niat adalah kesadaran dan kehendak dalam hati, bukan semata-mata ucapan di lisan. Dengan memahami niat puasa secara benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan yakin.
Jangan hanya fokus menghafal lafaznya, tetapi pahami juga maknanya. Jika niat dilakukan dengan tulus karena Allah Ta’ala, maka puasa Ramadhan bukan hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, melainkan juga ibadah yang membawa keberkahan dan pahala yang besar.
Sumber referensi
https://mui.or.id/public/baca/mui/niat-puasa-ramadhan-tata-cara-dan-bacaan-lengkap




