Selain menjalankan puasa, bulan Ramadhan juga identik dengan pelaksanaan sholat Tarawih dan Witir. Kedua ibadah sunnah ini biasanya dikerjakan secara berjemaah di masjid setiap malam selama Ramadhan, dimulai setelah sholat Isya hingga menjelang waktu istirahat malam.
Sholat Tarawih termasuk dalam qiyamul lail (sholat malam) yang khusus dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Disebut “Tarawih” karena pada masa Rasulullah SAW, para sahabat beristirahat sejenak setelah setiap dua rakaat.
Sementara itu, sholat Witir adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang berfungsi sebagai penutup rangkaian sholat malam.
Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dapat dikerjakan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Ibadah ini boleh dilakukan sendiri maupun berjemaah.
A. Bacaan Niat Sholat Tarawih
Niat Sholat Tarawih Sendiri
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin:
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ. Allâhu Akbar.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Taala.”
Niat Sholat Tarawih sebagai Imam
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin:
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta‘âlâ. Allâhu Akbar.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala.”
Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin:
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta‘âlâ. Allâhu Akbar.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala.”
B. Tata Cara Sholat Tarawih
Berikut langkah-langkah pelaksanaan sholat Tarawih:
- Membaca niat dalam hati.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah (opsional).
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surah Al-Qur’an.
- Ruku disertai doa ruku.
- I’tidal dengan membaca doa.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat berikutnya.
- Mengulangi rangkaian hingga dua rakaat.
- Tasyahud akhir.
- Salam ke kanan dan kiri.
Setelah salam, ulangi kembali hingga jumlah rakaat yang diinginkan terpenuhi.
Niat dan Tata Cara Sholat Witir
Sholat Witir biasanya dilaksanakan setelah Tarawih sebagai penutup ibadah malam. Jumlah rakaatnya minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat, dengan bilangan ganjil.
Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan:
- 2 rakaat + 1 rakaat (dua salam), atau
- 3 rakaat langsung (satu salam).
- A. Bacaan Niat Sholat Witir
Niat Witir 1 Rakaat
أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin:
Ushallî sunnatal witri rak‘atan mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ. Allâhu Akbar.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Taala.”
2. Niat Witir 2 Rakaat (untuk pola 2+1)
أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin:
Ushallii sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Taala.”
Setelah salam, berdiri lagi untuk menambah 1 rakaat witir.
Niat Witir 3 Rakaat Sekaligus
أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin:
Ushallî sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin lillâhi ta‘âlâ. Allâhu Akbar.
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Taala.”
B. Tata Cara Sholat Witir
Adapun tata cara pelaksanaan sholat Witir adalah:
- Membaca niat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah Al-Qur’an (disunnahkan):
- Rakaat 1: Al-A’la
- Rakaat 2: Al-Kafirun
- Rakaat 3: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
- Ruku, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
- Jika 1 rakaat, langsung tasyahud akhir dan salam.
- Jika 2 rakaat, salam, lalu berdiri untuk tambahan 1 rakaat.
- Jika 3 rakaat sekaligus, tanpa tahiyat awal, langsung tahiyat akhir di rakaat ketiga lalu salam.
Kesimpulan
Sholat Tarawih dan Witir merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Tarawih dikerjakan beberapa rakaat dengan salam setiap dua rakaat, sedangkan Witir menjadi penutup sholat malam dengan jumlah rakaat ganjil.
Dengan memahami niat dan tata cara pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.




