Di bulan Ramadhan, umat Islam biasanya menutup rangkaian salat malam/ tarawih dengan Witir sebagai penyempurna ibadah. Salat sunnah ini memiliki kedudukan istimewa dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Salat Witir disebut sebagai penutup salat malam karena jumlah rakaatnya ganjil. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah Maha Esa dan menyukai yang ganjil, sehingga umat Islam dianjurkan melaksanakan Witir.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لِلَّهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ اسْمًا، مَنْ حَفِظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَإِنَّ اللهَ وِتْرٌ، يُحِبُّ الْوِتْرَ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Allah memiliki 99 nama, siapa yang menjaganya akan masuk surga. Allah itu ganjil (esa), dan menyukai bilangan yang ganjil.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut menjadi dasar kuat untuk menjaga kebiasaan salat Witir, terutama selama bulan Ramadhan. Dengan melaksanakan Witir, ibadah malam menjadi lebih sempurna.
Bacaan Niat Salat Witir Dua Rakaat
Sebagian umat Islam mengerjakan Witir tiga rakaat dengan cara dua rakaat terlebih dahulu, kemudian ditutup satu rakaat.
Untuk dua rakaat pertama. Dilansir dari laman jabar.nu.or.id, berikut bacaan niatnya:
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta”laa.
“Aku niat shalat sunah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala”
Dua rakaat ini dikerjakan seperti salat sunnah biasa. Setelah rakaat kedua, diakhiri dengan satu kali salam. Bacaan dan gerakannya sama seperti salat pada umumnya.
Bacaan Niat Salat Witir Satu Rakaat
Setelah menyelesaikan dua rakaat, salat dilanjutkan dengan satu rakaat terakhir sebagai penutup. Berikut bacaan niatnya:
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah ta’ala”
Rakaat terakhir inilah yang menjadikan jumlah salat malam menjadi ganjil. Pada rakaat ini, sebagian imam membaca doa qunut, baik sebelum maupun sesudah rukuk, sesuai kebiasaan yang dianut. Namun, jika tidak membaca qunut, salat Witir tetap sah dan tidak mengurangi keutamaannya.
Tata Cara dan Keutamaan Salat Witir
Salat Witir dikerjakan setelah Tarawih dan sebelum masuk waktu Subuh. Jika tidak sempat melaksanakannya bersama imam di masjid, seseorang tetap bisa menunaikannya sendiri di rumah. Jumlah rakaat Witir paling sedikit satu rakaat, namun bisa juga tiga, lima, atau tujuh rakaat selama tetap berjumlah ganjil.
Keutamaan Witir sangat besar karena menjadi penutup rangkaian ibadah malam. Salat ini juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan. Terlebih di bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, sehingga Witir menjadi ibadah yang sayang jika dilewatkan.
Dengan demikian, dengan memahami bacaan niat dan tata cara salat Witir, umat Islam dapat menjalankannya dengan lebih yakin dan khusyuk. Witir bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dari ibadah malam yang mendekatkan diri kepada Allah serta menyempurnakan amalan di bulan suci.
Sumber referensi
https://jabar.nu.or.id/ubudiyah/bacaan-niat-sholat-witir-satu-rakaat-dan-dua-rakaat-setelah-tarawih-QyJpJ




