Niat puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun penting yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa.
Tanpa niat, puasa yang dijalankan tidak dianggap sah. Oleh karena itu, memahami tata cara niat puasa Ramadhan beserta waktunya menjadi hal yang sangat penting, khususnya menjelang datangnya bulan suci.
Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadhan
Dalam ajaran Islam, niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu ibadah, termasuk puasa. Niat bukan sekadar ucapan lisan, tetapi juga tekad dalam hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT.
Tata cara niat puasa memiliki perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah:
- Puasa wajib (Ramadhan, qadha, dan nazar) harus diniatkan pada malam hari sebelum terbit fajar.
- Puasa sunnah lebih fleksibel, karena niat masih boleh dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Waktu Niat Puasa Menurut Mazhab Syafi’i
Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan. Artinya, niat tidak cukup dilakukan sekali untuk sebulan penuh, tetapi harus diperbarui setiap hari.
Pendapat ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
- “Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
Karena itu, umat Muslim dianjurkan membiasakan membaca niat:
- setelah shalat Tarawih, atau
- saat makan sahur.
Pendapat Mazhab Maliki: Niat Sekali untuk Sebulan
Berbeda dengan Mazhab Syafi’i, Mazhab Maliki berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan boleh dilakukan sekali saja pada malam pertama Ramadhan untuk keseluruhan bulan.
Alasannya, puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh, sehingga tidak wajib memperbarui niat setiap hari.
Menggabungkan Kedua Pendapat (Sebagai Bentuk Kehati-hatian)
Banyak ulama menganjurkan untuk:
- Berniat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan (mengikuti pendapat Mazhab Maliki).
- Tetap memperbarui niat setiap malam (mengikuti Mazhab Syafi’i).
Cara ini menjadi bentuk kehati-hatian agar puasa tetap sah meskipun suatu hari lupa berniat karena tertidur atau sebab lainnya.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Harian
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jami‘i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Kesimpulan
Niat puasa Ramadhan adalah rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan. Mayoritas ulama menekankan niat dilakukan pada malam hari sebelum fajar, bahkan setiap hari selama Ramadhan.
Namun, terdapat pula pendapat yang membolehkan niat dilakukan sekali untuk sebulan penuh.
Agar lebih aman dan sempurna, umat Muslim dianjurkan menggabungkan kedua pendapat tersebut: berniat di awal bulan sekaligus memperbarui niat setiap malam. Dengan begitu, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat.




